i
saban waktu
rezeki masuk dan pergi
ii
dibendul itu
seorang ibu tua duduk menanti
anaknya tak kembali..
iii
menutup kepalsuan
membiarkan kebenaran bertamu
iv
diapun mengizinkan
kalau kau sudi bertandang
fauzirashid
30.6.09
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
Salam Faziz ar,
BalasPadam"ini berlaku dalam dunia realiti, anak meninggalkan seorang ibu apabila hidup dalam dunia sendiri - melupakan kasih sayang seorang ibu".
Ulasan ini telah dialihkan keluar oleh pengarang.
BalasPadamibu yang menanti di daun pintu
BalasPadamkadang menyingkap tirai tabir
kembali ke dapur
masak lagi
makanan kegemaran anaknya
masak lemak cili api
berharap makan bersama
masih tidak juga
mungkin bukan hari ini
esokkah? lusa?
tak apa biar terus menanti
anak tersayang memberi salam
cium jari berurat tua
tak sabar si ibu mencium dahi muda
rindu bau ubun-ubun anaknya
pulanglah...
salam..
BalasPadampintu kan terus terbuka
untuk kita muhasabah bersama
ibu yang dipintu bisa memaafkan anaknya
sekiranya tersedar dari keterlanjuran...
pintu kan terus terbuka
untuk kita merenung lalulintas kehidupan...