02 April 2021

Di suatu Senja

langit mendung di senja muram
beburubg telah pulang menemui tersayang
cengkerik-cengkerik dengan nyanyian wirid laguan senja
tasbih dan tahmid memujiMu ... Tuhan

rintik-rintik jatuh menjadi manik di air
mengujakan ikan-ikan kecil di tasik ini

aku harus bersegera melangkah pergi
ke rumahMu
mensyukuri segala yang telah Engkau
limpahi buatku...

29.3.21
taman tasik
taiping

Benih

 

dari basah tanah
bercambah
terbebas dari cengkerang diri
berdaun lalu
merimbun.
berbunga lalu
disunting rerama
berputik lalu
meranum.
gugur dari tangkai lalu
menjadi benih
bercambah
di basah tanah
lalu...
tumbuh
berdaun merimbun...
2.4.211

21 Mac 2021

Bila YB Diiring Kompang

 

Bila YB masuk gerbang

Kamipun palu kompang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami alun lagu girang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

 

Bila YB naik pentas

Kami sedia bangku empuk

Bila YB bongkok duduk

Kami di bawah hormat tunduk

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami terus memalu kompang

 

YB berdiri depan kami

Muka berseri gagah berani

“Saya bina jambatan besi”

“Saya bina dewan seri”

“Saya hampar jalan aspal”

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami girang memalu kompang

 

Bila YB menumbuk langit

Kami terus berdiri bangkit

Semangat kami bertambah sengit

“Hidup YB, hidup YB” suara mengaum

YB tersenyum

 

 

Bila YB keluar gerbang

Kami iringi kereta godang

YB lambai kami riang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Di hati kami berbunyi kompang

 

Kami tunggu YB datang

Tagih janji YB sembang

Kami nanti YB datang

Tapi YB

tak nampak bayang

 Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kepala kami dihempuk kompang

21.3.21

12 Mac 2021

Cinta Itu

 

Tiada yang lebih suci
dari titis embun
mendinginkan daun
di subuh nan rimbun
 
Dan..
Kerdipan kejorapun
begemerlapan
langit yang dini
menemani malam yang sepi
 
Dan..
Di lengkung pelangi nan gemilang
beburung senja terbang pulang
ke sarang yang usang
mendengar ciap-ciap tersayang
 
Dan…
Sebersih awan putih
bergantungan di biru langit
langit yang terlalu dalam
langit yang terlalu diam
 
Dan…
Di permukaan tasik yang tenang
Ada banjaran gunung yang terbentang

12.3.21
yang bold dihantar ke fb pada 12.3.21

28 Februari 2021

 Sebenarnya seluruh pengabdian diri mutlak kepada Tuhan. Kaifiat pengabdian itu ditunjuk oleh PesuruhNya. Syariat adalah geraktindak yang diatur untuk manusia semua bangsa yang diarah untuk mengkhalifah bumi. Kernanya pasti mensejahterakan bumi dan seisinya.

Tapi manusia sering dikaburi oleh kelazatan nikmat hidup keduniaan. Lantas mencederakan bumi dan persekitaran dan merobohkan keinsanan.
Sejarah perkembangan ilmu yang mencorak mutakhir adalah ilmu yang dijelmakan hasil pertembungan agamawan(gereja) dan cerdik pandai berpaksi keduniaan. Pergeseran ini akhirnya membuahkan 'sekularisma' sebagai penstabil yang sementara sifatnya. Sekularisma pun menetas di Eropah.
Bila keilmuan berdasarkan logika akal mendominasi ruang zaman maka agama dimusuhi dan dilabelkan sebagai candu yang memabukkan fikiran.
Sekularis menganggap Islam sebagai musuh nombor wahid kerana Islam bersifat Addin yang menyatukan kehidupan beragama (mencakupi keimanan dan akhlak) dengan keilmuan logik keduniaan. Dalam kata lain keilmuan harus didasari oleh keimanan dan akhlak kemanusiaan yang berteraskan wahyu Tuhan.
Sekularis tidak lagi mahu mengikat diri kepada Tuhan, sebaliknya semua tamadun harus ditangani melalui penerokaan ilmu berdasarkan logika akal semata.
Zainon Hasan, Mohd Tazalli Ceklizalli dan 32 yang lain
6 Komen
1 Perkongsian
Suka
Komen
Kongsi


14 Februari 2021

 Pesanan Dari Covit19

jangan kalian musuhi aku.
aku hanya hamba Tuhan
mengongsi bumi kalian
sebentar. mungkin…
Tuhan murka!
kalian telah lupa
kalian hanya hamba diutusNya
mengkhalifah dunia.
lantas kalian menodai janji azali
sebelum menjadi penghuni bumi
“bahawa kalian harus memakmur bumi seisinya”
kalian ingat kalianlah penguasa
peringatanNya kalian lemaskan di gelas nafsu
sambil mendabik dada - kalian berkata;
"Kitab tua hanyalah syair orang dulu-dulu yang
merencat pencapaian duniawi”
kalian lupa,
segala puji hanyalah untuk Dia.
Segalanya atas RahmatNya.
kalian sombong!
bertuhan nafsu
membunuh dan dibunuh
meratah dan diratah
semaunya…
kalian mahu ke langit – lantas cemari laut
kalian bina mahligai melangit - runtuhkan gunung
Tuhan telah murka!
dan aku cuma perutusan
buat menyedarkan kalian…
nanti bila dipanggil kukembali
pasti tidak kumungkiri
Berdoalah kalian kepadaNya
Berdoalah…
Mohon ampunlah kepadaNya
Mohonlah…
14.2.21
Seri Manjung
(PKP masih membelenggu)

03 Februari 2021

MenujuMu

 Ooo Tuhan
Engkau perdekatkan aku
meniti SyiratMu

Biar antara aku, hambaMu
menemui Engkau, Rabku
di jalan yang lurus

Ooo Tuhan
biar aku, hambaMu
menujuMu dan
bersamaMu
di SyurgaMu

3/2/21
seri manjung
perak

Di suatu Senja

langit mendung di senja muram beburubg telah pulang menemui tersayang cengkerik-cengkerik dengan nyanyian wirid laguan senja tasbih dan tahm...