malam akan membuka dendam
menjunamkan berjuta panah tajam
ke mukaku ke mukamu dan ke muka-muka
ke dadaku ke dadamu dan ke dada-dada
kita semua
kita akan ditimbus sekejap lagi
tanpa bayang-bayang sebagai teman
akan lemaslah kita di bawah bungkah-bungkah
pertanyaan
kan mengalirlah darah. bumi membasah.
malam takkan memberi pedoman
kita tetap akan dibungkus
lalu dilonggokkan ke lereng gaung
fauzirashid
puisi asal ditulis pada 25.9.87 -tokyo
dibuat sedikit ubahan pada 22.5.09 - manjung
22 Jun 2009
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
rupanya puisi ini ditulis di dua tempat yang berlainan..
BalasPadamterasa sekali emosinya yang mendalam
hmmmmm...
malam2 yang tak memberi pedoman, moga lekas terang benderang dalam hati juga raga kita
amin!
:D
Saya semakin suka puisi di sini :-)
BalasPadamwahyudi my
terima kasih atas respon untuk Sdr Irwan.
BalasPadamSdr Wahyudi..aku selalu menjengahmu.. ternanti-nanti puisi barumu..