usia kian mengalir
dari hulu ke hilir
umpama air
menyeret pepasir
dan situa daif itu
terus mengutip sampah kota
dari dosa-dosa manusia
yang bertebaran
tidak dipedulikan
dan perempuan itu
kulihat asyik
mengunyah takdirnya yang pedas
lalu menghamburkan liurnya yang merah
ke aspal yang parah
dan
kehidupan itu terus mengalir
diseret takdir
umpama air menyeret pepasir
dan kita tidak pernah mampu
bertahan di bawah panji-panji diri
memperkosa laungan azan dengan
panggilan syaitan
fauzirashid
(untuk rakan puisi, semuga tahun mendatang kita masih mampu untuk terus berpuisi dalam mencari erti diri)
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
selamat tinggal cerita 2010
BalasPadamsalam jumpa 2011
jemputlah kami
sapalah kami
jangan bisikan rasa benci kelmarin
tunjukkan kami erti kasih
suluhkan kami jalanMu Ya Rabbi