i.
kita ini penghuni gerabak
saban hari membawa kita
melintas desa merentang kota
kita ini penghuni gerabak
aku bergayut di talian sepi
engkau lena di bangku mimpi
kita ini penghuni gerabak
aku sepi dilautan rindu
engkau ria disimbah lampu
kita ini penghuni gerabak
aku pergi membawa diri
engkau terus melangkah pergi
ii.
bila sampai waktu
pintukan membuka
kita harus melangkah pergi
terus membawa diri
jangan lagi mengulit mimpi
fauzirashid
(stesen universiti KL)
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
Tiada ulasan:
Catat Ulasan