i.
maaf tuan
aku belum rasa merdeka
seperti yang tuan canangkan di akhbar
saban hari sedari subuh sepie
aku meredah belantara
mencari rotan yang sukar lagi kutemui
demi sesuap nasi anak isteri
temanku hanya unggas dan
binatang buas yang hanya
menanti gerakku yang alpa
ii.
maaf tuan
aku tak pernah rasa merdeka di hati
seperti yang tuan hebohkan di radio tivi
kerna rumahku di bawah jejambat ini
bertemankan sianjing kurap
menghidu debu dan lendir kota
saban hari mengutip sampah
menggalas perut
meneruskan hidup
iii.
maaf tuan
kami belum rasa merdeka
seperti yang tuan canangkan di akhbar
maaf tuan
kami tak pernah rasa merdeka di hati
seperti yang tuan hebohkan di radio tivi
(Selamat Hari Merdeka ke 56)
30.8.13
29 Ogos 2013
10 Julai 2013
07 Julai 2013
Peristiwa Mesir
wahai keturunan sang Penakluk Agung Ibn Al-Ash dan Salehuddin Al-Ayubi
telah tertegak semula kebangkitan dan kebebasan
legasi nenek moyang kamu yang agung sebagai pahlawan gagah berani
mencantas saki baki firaun yang berkurun merantai kaki-kaki nenek moyang kalian
dengan perinsip dan ketemadunan tuhan
dan sebentar...
keladak-keladak baltoji menyekat nilmu. kembali mengalir lesu
ruh kalian diperkosa oleh kudeta laknatullah itu
dan nasib sentiasa menunggu keputusan
apakah kalian mahu kembali ke rumah. istirehat!
atau kalian teguh bersemangat Ibnu Umar
menghunus pedang mencantas setiap zarah kebatilan
biar terbakar seluruh gurun yang kontang
sehingga...
kebenaran di atas tempatnya
kebebasan di landasannya
syariat ke asalnya
adakah kalian rela
syahid ditanganNya?
Menjelang dinihari pagi 4 Julai 2013...rampasan kuasa dan perkosaan demokrasi
7.7.13
telah tertegak semula kebangkitan dan kebebasan
legasi nenek moyang kamu yang agung sebagai pahlawan gagah berani
mencantas saki baki firaun yang berkurun merantai kaki-kaki nenek moyang kalian
dengan perinsip dan ketemadunan tuhan
dan sebentar...
keladak-keladak baltoji menyekat nilmu. kembali mengalir lesu
ruh kalian diperkosa oleh kudeta laknatullah itu
dan nasib sentiasa menunggu keputusan
apakah kalian mahu kembali ke rumah. istirehat!
atau kalian teguh bersemangat Ibnu Umar
menghunus pedang mencantas setiap zarah kebatilan
biar terbakar seluruh gurun yang kontang
sehingga...
kebenaran di atas tempatnya
kebebasan di landasannya
syariat ke asalnya
adakah kalian rela
syahid ditanganNya?
Menjelang dinihari pagi 4 Julai 2013...rampasan kuasa dan perkosaan demokrasi
7.7.13
29 Jun 2013
Sesungguhnya
sesungguhnya dirimu
telah melakari sebuah puisi
menjadi sebuah lukisan di kanvas
dalam lengkungan jalur pelangi dan
seberkas ikebana yang harum
di pentas itu
lenggok tubuhmu
persis kunang-kunang di dada malam
persis kupu-kupu kecil menyentuh kelopak dengan
kristal embun di subuh yang rimbun
sayang!
sesungguhnya aku
merindui gerakmu yang
kian waktu menggamit
sukmaku yang sepi
29.6.13
telah melakari sebuah puisi
menjadi sebuah lukisan di kanvas
dalam lengkungan jalur pelangi dan
seberkas ikebana yang harum
di pentas itu
lenggok tubuhmu
persis kunang-kunang di dada malam
persis kupu-kupu kecil menyentuh kelopak dengan
kristal embun di subuh yang rimbun
sayang!
sesungguhnya aku
merindui gerakmu yang
kian waktu menggamit
sukmaku yang sepi
29.6.13
27 Jun 2013
Denai Yang Sehala
kuusung lentera bersama warkah tuhan
dalam nyalaan merah kuning bakaran dari minyak tanah
kuredah malam bersama syair cengkerik yang bersahutan
di tepian denai yang sehala ini
bulan terapung seolah-olah kebingungan
kerna pungguk tidak lagi kedengaran merinduinya
mimpi-mimpinya telah diperkosa
guntur yang membingit
dan lentera yang kuusung kian malap
dedinding kaca dilitup jelaga diri
denai yang sehala inipun menjadi kabur...
22.6.13
sempena malam lentera puisi
kuala lumpur
dalam nyalaan merah kuning bakaran dari minyak tanah
kuredah malam bersama syair cengkerik yang bersahutan
di tepian denai yang sehala ini
bulan terapung seolah-olah kebingungan
kerna pungguk tidak lagi kedengaran merinduinya
mimpi-mimpinya telah diperkosa
guntur yang membingit
dan lentera yang kuusung kian malap
dedinding kaca dilitup jelaga diri
denai yang sehala inipun menjadi kabur...
22.6.13
sempena malam lentera puisi
kuala lumpur
25 Jun 2013
Angkara Jerebu
dari bakaran otak kalian yang rakus
meregut ringgit-ringgit yang tidak pernah kalian puas
kami manusia marhein dipaksa menyedut debu-debu ini
dari dosa kalian
pada ketika ini kalian tidak kelihatan di sini lagi
kalian kulihat ke london paris new york
dikelilingi betina dan
meneguk buih-buih masam
aduh! kerongkong kami mulai membengkak
mata kami kian pedih...
(di manjung index udara mencecah 200)
24.6.13
meregut ringgit-ringgit yang tidak pernah kalian puas
kami manusia marhein dipaksa menyedut debu-debu ini
dari dosa kalian
pada ketika ini kalian tidak kelihatan di sini lagi
kalian kulihat ke london paris new york
dikelilingi betina dan
meneguk buih-buih masam
aduh! kerongkong kami mulai membengkak
mata kami kian pedih...
(di manjung index udara mencecah 200)
24.6.13
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...