dari bakaran otak kalian yang rakus
meregut ringgit-ringgit yang tidak pernah kalian puas
kami manusia marhein dipaksa menyedut debu-debu ini
dari dosa kalian
pada ketika ini kalian tidak kelihatan di sini lagi
kalian kulihat ke london paris new york
dikelilingi betina dan
meneguk buih-buih masam
aduh! kerongkong kami mulai membengkak
mata kami kian pedih...
(di manjung index udara mencecah 200)
24.6.13
25 Jun 2013
18 Jun 2013
Setiap Ketika
umpama senja
setiap ketika
mewarna jingga
lautpun bicara
setiap ketika
tentang cinta
uda dan dara
di sarang senja
setiap ketika
sikecil menganga
ibu yang tak kunjung tiba
umpama senja
setiap ketika
kan pergi jua
tinggalkan mega berduka
esok muga akan bersua...
18.6.13
setiap ketika
mewarna jingga
lautpun bicara
setiap ketika
tentang cinta
uda dan dara
di sarang senja
setiap ketika
sikecil menganga
ibu yang tak kunjung tiba
umpama senja
setiap ketika
kan pergi jua
tinggalkan mega berduka
esok muga akan bersua...
18.6.13
14 Jun 2013
Makanya Aku Ke Sini
apa perlunya aku ke sini
kalau sekedar...
mengelilingi tembok batu empat persegi
tujuh kali pusingan
bersesak dan melelahkan
apa perlunya aku ke sini
kalau sekedar...
dari safa dan marwah berjalan kaki
ulang alik tujuh perjalanan
perit dan meresahkan
Tuhan...
melainkan kerna suruhanMu semata
yang disampaikan oleh pesuruhMu
yang kau utuskan untuk kami
sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa
Maha mengetahui
segala sesuatu milikMu semuanya
makanya aku ke sini...
memperhambakan diri
di 'rumah'Mu ini
terimalah daku
duhai Tuhan...
tamuMu yang hina ini
27.3.13
(11.30 pagi. Selesai sae umrah aku berwuduk di Marwah untuk menunggu solat zohor pada jam 12.20 tengah hari. Semasa di dalam Masjidilharam dekat Pintu King Abdul Aziz aku duduk melihat Kaabah dan menulis puisi ini)
kalau sekedar...
mengelilingi tembok batu empat persegi
tujuh kali pusingan
bersesak dan melelahkan
apa perlunya aku ke sini
kalau sekedar...
dari safa dan marwah berjalan kaki
ulang alik tujuh perjalanan
perit dan meresahkan
Tuhan...
melainkan kerna suruhanMu semata
yang disampaikan oleh pesuruhMu
yang kau utuskan untuk kami
sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa
Maha mengetahui
segala sesuatu milikMu semuanya
makanya aku ke sini...
memperhambakan diri
di 'rumah'Mu ini
terimalah daku
duhai Tuhan...
tamuMu yang hina ini
27.3.13
(11.30 pagi. Selesai sae umrah aku berwuduk di Marwah untuk menunggu solat zohor pada jam 12.20 tengah hari. Semasa di dalam Masjidilharam dekat Pintu King Abdul Aziz aku duduk melihat Kaabah dan menulis puisi ini)
03 Jun 2013
Puisi Untuk Camarku
kutuliskan sebuah puisi untukmu duhai camar
ketika kau terbang melintasi dinding senjaku ini
biar merah jingga nun di ufuk menjadi saksi
biar pepohon senja nun di lereng gunung menyimpan rahsia...
bahawasanya kita pernah mengikat persetiaan bersama
duhai camar
tika malamku terlalu sunyi begini di sini
di kamar ini hanya bertemankan seekur kupu-kupu kecil
yang entah dari mana tetiba memunculkan diri,
dan entah mengapa aku menjadi sangsi
apakah engkau masih setia terhadapku saat ini
duhai camar
terbanglah kepadaku saat ini
biar kubukakan jendela kamar seluasnya
kunjungilah daku di saat ini
aku begitu rindu akan suaramu,
begitu rindu akan puisimu
kepingin mendengar syairmu
syair laut dan desahannya yang menyayukan
ketika kau terbang melintasi dinding senjaku ini
biar merah jingga nun di ufuk menjadi saksi
biar pepohon senja nun di lereng gunung menyimpan rahsia...
bahawasanya kita pernah mengikat persetiaan bersama
duhai camar
tika malamku terlalu sunyi begini di sini
di kamar ini hanya bertemankan seekur kupu-kupu kecil
yang entah dari mana tetiba memunculkan diri,
dan entah mengapa aku menjadi sangsi
apakah engkau masih setia terhadapku saat ini
duhai camar
terbanglah kepadaku saat ini
biar kubukakan jendela kamar seluasnya
kunjungilah daku di saat ini
aku begitu rindu akan suaramu,
begitu rindu akan puisimu
kepingin mendengar syairmu
syair laut dan desahannya yang menyayukan
29 Mei 2013
Diriku
kusyairkan puisimu di senja itu
iramanya; deru ombak yang
setiap saat merindui pantai
aduhai burung-burung yang terbang pulang
kau dengarkan syairku ini
agar dapat kaukhabarkan
kepada anak-anakmu yang menunggu
di sarang malam
aduhai bayu senja yang menyapa dedaunan
kau bawakan syairku ini kepadanya
agar dia mengerti
bahawa aku terlalu sunyi
setiap saat menyanyikan puisinya
untuk diriku sendiri...
iramanya; deru ombak yang
setiap saat merindui pantai
aduhai burung-burung yang terbang pulang
kau dengarkan syairku ini
agar dapat kaukhabarkan
kepada anak-anakmu yang menunggu
di sarang malam
aduhai bayu senja yang menyapa dedaunan
kau bawakan syairku ini kepadanya
agar dia mengerti
bahawa aku terlalu sunyi
setiap saat menyanyikan puisinya
untuk diriku sendiri...
25 Mei 2013
Kota Tanpa Jiwa
tanpa kata-kata
hon-hon yang bicara
membingit...
di persimpangan itu
lampu-lampu punya aksara
hijau, kuning dan merah
di langit yang berdebu
gagak melintas kotak-kotak
ciritnya berceceran
ke muka-muka para gelandangan
di jejantas ada pecutan
manusia gawat setiap saat
memburu detik-detik diri
yang sarat
tak siapa peduli
serbuk azan yang ditaburkan dari menara tuhan
yang sebenarnya melakar kota ini
yang sebenarnya meniup nadi
kota ini
hon-hon yang bicara
membingit...
di persimpangan itu
lampu-lampu punya aksara
hijau, kuning dan merah
di langit yang berdebu
gagak melintas kotak-kotak
ciritnya berceceran
ke muka-muka para gelandangan
di jejantas ada pecutan
manusia gawat setiap saat
memburu detik-detik diri
yang sarat
tak siapa peduli
serbuk azan yang ditaburkan dari menara tuhan
yang sebenarnya melakar kota ini
yang sebenarnya meniup nadi
kota ini
19 Mei 2013
Panahan Matamu
sebilah panah
yang menujah
bisanya terlalu
menggugat degup jantung
kian aku di sini
menunggu bilah-bilah
yang kau lepaskan
dari busarmu
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...