25 Jun 2013

Angkara Jerebu

dari bakaran otak kalian yang rakus
meregut ringgit-ringgit yang tidak pernah kalian puas
kami manusia marhein dipaksa menyedut debu-debu ini
dari dosa kalian

pada ketika ini kalian tidak kelihatan di sini lagi
kalian kulihat ke london paris new york
dikelilingi betina dan
meneguk buih-buih masam

aduh! kerongkong kami mulai membengkak
mata kami kian pedih...

(di manjung index udara mencecah 200)
24.6.13


18 Jun 2013

Setiap Ketika

umpama senja
setiap ketika
mewarna jingga

lautpun bicara
setiap ketika
tentang cinta
uda dan dara

di sarang senja
setiap ketika
sikecil menganga
ibu yang tak kunjung tiba

umpama senja
setiap ketika
kan pergi jua
tinggalkan mega berduka

esok muga akan bersua...

18.6.13


14 Jun 2013

Makanya Aku Ke Sini

apa perlunya aku ke sini
kalau sekedar...
mengelilingi tembok batu empat persegi
tujuh kali pusingan
bersesak dan melelahkan

apa perlunya aku ke sini
kalau sekedar...
dari safa dan marwah berjalan kaki
ulang alik tujuh perjalanan
perit dan meresahkan

Tuhan...
melainkan kerna suruhanMu semata
yang disampaikan oleh pesuruhMu
yang kau utuskan untuk kami

sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa
Maha mengetahui
segala sesuatu milikMu semuanya

makanya aku ke sini...
memperhambakan diri
di 'rumah'Mu ini

terimalah daku
duhai Tuhan...
tamuMu yang hina ini

27.3.13
(11.30 pagi. Selesai sae umrah aku berwuduk di Marwah untuk menunggu solat zohor pada jam 12.20 tengah hari. Semasa di dalam Masjidilharam dekat Pintu King Abdul Aziz aku duduk melihat Kaabah dan menulis puisi ini)

03 Jun 2013

Puisi Untuk Camarku

kutuliskan sebuah puisi untukmu duhai camar
ketika kau terbang melintasi dinding senjaku ini
biar merah jingga nun di ufuk menjadi saksi
biar pepohon senja nun di lereng gunung menyimpan rahsia...
bahawasanya kita pernah mengikat persetiaan bersama

duhai camar
tika malamku terlalu sunyi begini di sini
di kamar ini hanya bertemankan seekur kupu-kupu kecil
yang entah dari mana tetiba memunculkan diri,
dan entah mengapa aku menjadi sangsi
apakah engkau masih setia terhadapku saat ini

duhai camar
terbanglah kepadaku saat ini
biar kubukakan jendela kamar seluasnya

kunjungilah daku di saat ini
aku begitu rindu akan suaramu,
begitu rindu akan puisimu
kepingin mendengar syairmu
syair laut dan desahannya yang menyayukan

29 Mei 2013

Diriku

kusyairkan puisimu di senja itu
iramanya; deru ombak yang
setiap saat merindui pantai

aduhai burung-burung yang terbang pulang
kau dengarkan syairku ini
agar dapat kaukhabarkan
kepada anak-anakmu yang menunggu
di sarang malam

aduhai bayu senja yang menyapa dedaunan
kau bawakan syairku ini kepadanya
agar dia mengerti
bahawa aku terlalu sunyi
setiap saat menyanyikan puisinya
untuk diriku sendiri...

25 Mei 2013

Kota Tanpa Jiwa

tanpa kata-kata
hon-hon yang bicara
membingit...

di persimpangan itu
lampu-lampu punya aksara
hijau, kuning dan merah

di langit yang berdebu
gagak melintas kotak-kotak
ciritnya berceceran
ke muka-muka para gelandangan

di jejantas ada pecutan
manusia gawat setiap saat
memburu detik-detik diri
yang sarat

tak siapa peduli
serbuk azan yang ditaburkan dari menara tuhan
yang sebenarnya melakar kota ini
yang sebenarnya meniup nadi
kota ini

19 Mei 2013

Panahan Matamu


sebilah panah
yang menujah
bisanya terlalu
menggugat degup jantung

kian aku di sini
menunggu bilah-bilah
yang kau lepaskan
dari busarmu

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih