dengan tujahan bilah gerimis
kurentas dingin subuh
melangkah deretan neon
yang panjang
di lorong yang berliku itu
kuusung sepuntung tanda soal
yang melengkong di lubuk diri
menanti jawaban-jawaban yang
pasti belum bisa bertandang
dalam rentak alunan syahdu
serbok azan yang
dibungkus embun di hujung lenggok daun
aku terus melangkah
ke rumah tuhan
mengusung berberkas lagi
tanda soal yang kian melengkong
dihempap tembok diri
ku yang rebah
fauzirashid
05 Ogos 2010
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
Bagaimana jika kita tidak terpilih
BalasPadamke Syurga Tuhan ?