saban hari kita bersemuka
kau terus berlalu tanpa bicara
lidahku kelu untuk bersapa
aku sedar
aku hanyalah
tembok batu yang terus menunggumu
tanpa jemu dalam kelu
fauzirashid
mjg.pk
26.12.09
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
salam tuan,
BalasPadamitulah manusia, malu bertegur sapa, biarpun dalam kenal itu, kadangkala menimbulkan syakwasangka..
salam...
BalasPadammaaf lama tak singgah, saya kembali ke kampung. melawat atok yang uzur.
'tak kenal maka tak cinta,
serupa tapi takkan pernah sama,
bercinta tapi enggan memiliki,
buat hati jadi bagai besi.'