21 Mac 2021

Bila YB Diiring Kompang

 

Bila YB masuk gerbang

Kamipun palu kompang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami alun lagu girang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

 

Bila YB naik pentas

Kami sedia bangku empuk

Bila YB bongkok duduk

Kami di bawah hormat tunduk

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami terus memalu kompang

 

YB berdiri depan kami

Muka berseri gagah berani

“Saya bina jambatan besi”

“Saya bina dewan seri”

“Saya hampar jalan aspal”

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami girang memalu kompang

 

Bila YB menumbuk langit

Kami terus berdiri bangkit

Semangat kami bertambah sengit

“Hidup YB, hidup YB” suara mengaum

YB tersenyum

 

 

Bila YB keluar gerbang

Kami iringi kereta godang

YB lambai kami riang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Di hati kami berbunyi kompang

 

Kami tunggu YB datang

Tagih janji YB sembang

Kami nanti YB datang

Tapi YB

tak nampak bayang

 Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kepala kami dihempuk kompang

21.3.21

12 Mac 2021

Cinta Itu

 

Tiada yang lebih suci
dari titis embun
mendinginkan daun
di subuh nan rimbun
 
Dan..
Kerdipan kejorapun
begemerlapan
langit yang dini
menemani malam yang sepi
 
Dan..
Di lengkung pelangi nan gemilang
beburung senja terbang pulang
ke sarang yang usang
mendengar ciap-ciap tersayang
 
Dan…
Sebersih awan putih
bergantungan di biru langit
langit yang terlalu dalam
langit yang terlalu diam
 
Dan…
Di permukaan tasik yang tenang
Ada banjaran gunung yang terbentang

12.3.21
yang bold dihantar ke fb pada 12.3.21

28 Februari 2021

 Sebenarnya seluruh pengabdian diri mutlak kepada Tuhan. Kaifiat pengabdian itu ditunjuk oleh PesuruhNya. Syariat adalah geraktindak yang diatur untuk manusia semua bangsa yang diarah untuk mengkhalifah bumi. Kernanya pasti mensejahterakan bumi dan seisinya.

Tapi manusia sering dikaburi oleh kelazatan nikmat hidup keduniaan. Lantas mencederakan bumi dan persekitaran dan merobohkan keinsanan.
Sejarah perkembangan ilmu yang mencorak mutakhir adalah ilmu yang dijelmakan hasil pertembungan agamawan(gereja) dan cerdik pandai berpaksi keduniaan. Pergeseran ini akhirnya membuahkan 'sekularisma' sebagai penstabil yang sementara sifatnya. Sekularisma pun menetas di Eropah.
Bila keilmuan berdasarkan logika akal mendominasi ruang zaman maka agama dimusuhi dan dilabelkan sebagai candu yang memabukkan fikiran.
Sekularis menganggap Islam sebagai musuh nombor wahid kerana Islam bersifat Addin yang menyatukan kehidupan beragama (mencakupi keimanan dan akhlak) dengan keilmuan logik keduniaan. Dalam kata lain keilmuan harus didasari oleh keimanan dan akhlak kemanusiaan yang berteraskan wahyu Tuhan.
Sekularis tidak lagi mahu mengikat diri kepada Tuhan, sebaliknya semua tamadun harus ditangani melalui penerokaan ilmu berdasarkan logika akal semata.
Zainon Hasan, Mohd Tazalli Ceklizalli dan 32 yang lain
6 Komen
1 Perkongsian
Suka
Komen
Kongsi


14 Februari 2021

 Pesanan Dari Covit19

jangan kalian musuhi aku.
aku hanya hamba Tuhan
mengongsi bumi kalian
sebentar. mungkin…
Tuhan murka!
kalian telah lupa
kalian hanya hamba diutusNya
mengkhalifah dunia.
lantas kalian menodai janji azali
sebelum menjadi penghuni bumi
“bahawa kalian harus memakmur bumi seisinya”
kalian ingat kalianlah penguasa
peringatanNya kalian lemaskan di gelas nafsu
sambil mendabik dada - kalian berkata;
"Kitab tua hanyalah syair orang dulu-dulu yang
merencat pencapaian duniawi”
kalian lupa,
segala puji hanyalah untuk Dia.
Segalanya atas RahmatNya.
kalian sombong!
bertuhan nafsu
membunuh dan dibunuh
meratah dan diratah
semaunya…
kalian mahu ke langit – lantas cemari laut
kalian bina mahligai melangit - runtuhkan gunung
Tuhan telah murka!
dan aku cuma perutusan
buat menyedarkan kalian…
nanti bila dipanggil kukembali
pasti tidak kumungkiri
Berdoalah kalian kepadaNya
Berdoalah…
Mohon ampunlah kepadaNya
Mohonlah…
14.2.21
Seri Manjung
(PKP masih membelenggu)

03 Februari 2021

MenujuMu

 Ooo Tuhan
Engkau perdekatkan aku
meniti SyiratMu

Biar antara aku, hambaMu
menemui Engkau, Rabku
di jalan yang lurus

Ooo Tuhan
biar aku, hambaMu
menujuMu dan
bersamaMu
di SyurgaMu

3/2/21
seri manjung
perak

Tanpa Tajuk

 sunyi benar malam ini. langit bersih sedikit bercahaya. pohon tegak kaku seolah kehampaan menunggu angin membelai daun-daun.  entah mengapa cengkerik pun membisu.

21 Januari 2021

Pesan Covit 19

 kalian
jangan kalian musuhi aku
aku hanya hamba yang diutuskan 
oleh Rabbul Jalil
ke lantai bumi kalian
kerna
Tuhan murka
kalian telah lupa yang kalian adalah hamba
kalian ingat kalianlah penguasa 
kalian lupa segalanya selama ini adalah atas RahmatNya semata.
kalian telah menoda janji azali kalian terhadap Tuhan
bahawa kalian akan memakmurkan bumi dan menjadi khalifahNya
kalian abaikan
malah kalian berlaku sombong
mendabik dada dengan berkata
"segala sesuatu adalah pencapaian dari keintelektual akal,
bukan Rahmat dariNya."
Kalian telah merajakan nafsu yang telah dikuasai syaitan.
kalian sering berbunuhan antara sesama kalian
manusia semua bangsa dan di semua benua sudah berantakan
kalian tidak hiraukan lagi jiran yang kelaparan
sedang kalian membazir dengan nikmat
bahawa anjing kalian lebih kalian muliakan dari sesama manusia yang kesusahan; kalian tidak memperdulikan jiran yang kelaparan
yang kaya dan berupaya menindas yang miskin
pemerintah asyik mengayakan diri dan kerabat
penguasa mencipta logik semata untuk menjarah dan mendoktrinkan mereka dengan niat yang jahat
gunung kalian runtuhkan
air sungai kelian cemari semaunya
kalian mendabik dada
pencapaian teknologi ciptaan kalian telah menawan langit
kalian terokai langit ; sementara kalian cemari laut
kalian mahu berulang alik ke bulan ; sementara kalian runtuhkan pergunungan
kalian membina bangunan; sementara kalian musnahkan kemanusiaan

Tuhan murka kalian...
makanya Tuhan utusi aku ke bumi kalian
buat menyedarkan kalian
itupun kalau kalian mahu berfikir
bahawa kalian hanyalah hambaNya yang 
sebenarnya tidak memiliki apa-apa
hidup hanya sekedar di atas rahmatNya semata
segalapuji hanya bagiNya
segala milik hanya milikNya semata
segala kudrat hanya kudratNya semata
keberadaan kalian dan aku adalah diizinNya semata
Kun fayakun; maka menjadilah apa yang semahuNya
Dia yang satu
tiada permulaan dan tiada pengakhiran ; Dia yang kekal

Dia murka pada kalian ; maka Dia utuskan aku
untuk menguji kalian
nanti bila dipanggil aku pergi aku akan pergi dari bumi kalian
jika Dia mahu mematikan kami; maka matilah kami
berfikirlah kalian
manusia semua bangsa dari semua benua
berfikirlah...

manjung
 


Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih