04 Januari 2021

 Hijab kian dibuka Tuhan

ada baiknya kau tanggalkan saja
serban yang melilit kepalamu
kau bentangkan saja pada meja catur
menggerakkan bidak bidak
mencongak laluan songsang
demi...
mempertahankan sang raja yang bisu
di petak hitam
10.9.16
aku melepasi segaris usia lagi
dengan izinNya jua...

 aku dan malam

pada kali ini bersemi
mencari bait bait mimpi
yang entah ke mana
menghilang...

3.11.16

 kini kutemui tapak kotaku yang hilang

setelah lelah dan jenuh
mencari sekian lama
biar kucari khazanah
di langit dan di lengkong pelangi senja
agar aku bisa kembali
menjadi diriku sendiri
3.11.16

 Menemui Mu

ada ketikanya
aku sering kehilangan kata-kata
mengulum kalimat-kalimat yang mujarad
yang sering tak kufahami
lalu ia menerobos jauh kekerongkongku
yang kering dan perit
pada waktu kepayahan itu
kuhafal wirid-wiridMu
pada malam yang dini
membelek rantaian tasbih
di lantai sujudku yang tulus...
4.11.16
malam...

 mereka merancang

untuk menghukum suara benar
dengan isu rekaan
dari sutradara kesyaitanan
siapakah mereka yang
melampaui hukum?
siapakah mereka yang
harus diikuti?
nyatanya mereka minoriti yang menagih publisiti
bergerak atas taburan ringgit-ringgit
dijajah iblis
5.11.16
untuk pendemo yang memperjuangkan entah apa

 Biarpun...

Di sini saban waktu mimpiku menjalar
Terasa mahu terbang umpama burung camar
Menginap kamar malam bersamamu
Membahagiakan waktu berdua di ranjang hidup
Oo kekasih
Biarpun sayap kupatah
Oleh hentakan jubin jubin di langit
Namun kan kuterbang jua
Menemuimu
6.11.15

 Dari puncak Bukit Bendera.

Kulihat langit membuka
panorama sebuah kota yang
menyimpan berjuta rintih duka
berjuta sedu sedan
manusia picisan
di longkang hanyir
Kulihat kotak-kotak bisu
menujah langit
mengendong putera-putera bangsawan
merencana kehidupan
di pesta-pesta tarian
dengan kilauan lampu keasyikkan
Dan aku di sini adalah
seorang pengemis
bersimpuh dan sujud
di rumahMu

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih