16 Disember 2012

Duhai Teman

tidakkah kalian mendengar desah ombak pantai itu
adalah ucapan salam yang tak putus-putus untuk kalian
kerna sudi menjengah walau sebentar ke pulau kami

duhai angin...hiburkan tetamu ini dengan semilir yang dingin
duhai awan mendungmu jangan sampai memburaikan hujan
kerna tetamu-tetamu kami ingin bersantai di dadamu

duhai teman
taburkan puisimu di sini. di pulau kami
agar ianya menjadi benih
tumbuh rimbun berbunga dan berdaun

(untuk teman punggok yang kini masih di Pangkor)



15 Disember 2012

Di Matamu

malam itu di matamu dapat kulihat
sekuntum puisi begitu bugar
mekar pada kelopak malam yang dini

kuntuman itu tak dapat kuterka apakah
sekuntum mawar atau teratai atau...
yang anihnya tidak dapat kupasti tetapi
ternyata ia begitu menujah isi jantung ini malam itu

lantas bila aku cuba melelapkan diri di ranjang kamar
kelopak puisi dalam sinaran matamu itu kekal menguntum di hati
seolah mau kau awasi setiap dengkur dan mimpiku malam itu

ah...
ini pertemuan yang Tuhan telah tentukan
tak pernahpun kuimpikan begitu sebelum ini
kan kubiarkan ia mekar menjadi kenangan

(untuk Pungguk Berlagu)

09 Disember 2012

Duhai Manja


duhai manja!
bercambahlah engkau di rahimku ini
biar kususuimu dari bebenang uri
biar kubekali darah dari urat nadi

agar engkau mengerti
kehadiranmu dari pertautan kasih nan suci

andai tiba saat engkau mahu mengetuk pintu
berjanjilah kepadaNya...dan
berjanjilah kepadaNya
kepada ibumu ini dan ayahmu jua bahawa:
hanya kepada Dia engkau menyembah,
dan hanya kepada Dia engkau memohon pertolongan

muga tuhan izinkan engkau bernafas
di duniaNya yang luas

duhai manja!
berjanjilah kepadaNya
berjanjilah....

(kugarap perasaan seorang ibu yang sarat itu)

05 Disember 2012

Setangan Rindu

dengan sebuku benang biru
kujalin sehelai setangan rindu
lalu kuhulurkan padamu

buat menyapu basahan kasihmu...

04 Disember 2012

Nostalgia

senja itu...
tika kita berdua
menghuni pantai. mendengar desah ombak
kau dan aku begitu asyik
berdakapan dalam serbuk gerimis

masihkah kau ingat...

tika kau menudingkan jarimu
ke arah lengkung pelangi dengan tujuh warna rindu
dan kau tafsirkan warna-warna itu
dengan cubitan manjamu ke dadaku

sedang aku asyik mengutip kuntuman bunga
yang bergantungan di pohon senja
lalu kusisipkan sekuntum di celahan rerambutmu
dengan senyuman manja itu kau benamkan mukamu ke dadaku

dan itulah nostalgia yang masih tinggal
pada seorang yang bernama aku

03 Disember 2012

Si Peniaga Karpet dan Sahabat Lama

i.
pabila dia mula membuka kata
katanya berbisa
tak dapat diduga
benar belaka...

ii.
melainkan yang hanya kau mampu
cuba menyibukkan diri di pentas itu
bikin seloka dan dongengan tua

iii.
dalam diam siapa tahu
kau hanya merintih luka
tunggu ketika...

01 Disember 2012

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih