28 Januari 2010

Cuma Provokasi

i.
dulu
kepala lembu

kini
kepala babi

provokasi
provokasi
provokasi

dulu
kini
dan selama-lamanya

ii.
jangan pedulikan provokasi,
kita perlu jaga perpaduan
biar hidup aman.
biar hormati sesama manusia...
hormati kepelbagaian bangsa, fahaman dan agama,
pedulikan mereka
dua tiga kerat sianjing batat
yang melakukan provokasi...

biarkan mereka
terjun dengan labu-labunya...

fauzirashid
28.1.10

26 Januari 2010

Aku & Sebatang Lampu

sebatang lampu
diurung kelkatu
sedihnya berliku

hampir setiap malam dia menelanjangi kelkatu-kelkatu senja yang
sering kepatahan sayap
memerhati rangkak mereka yang tewas dengan gerimis
mencari-cari rongga pada aspal kehidupan yang basah

sebatang lampu
umpama aku
sering dirongga pilu
dilorong yang berliku

fauzirashid
(disenja yang gerimis)
26.1.10

25 Januari 2010

Rintihan

dengan getaran bayu
kau rempuhi samudera luas
lalu kau temui aku
yang setia menunggumu

setelah membasahkan rindu
pada diriku yang dahaga
untuk kesekian kalinya,
lalu kaupun pergi
meninggalkan aku sendiri
dalam sepi

hai ombak yang itu
sampainya hatimu
kembalilah kepadaku
yang terlalu rindu
menunggu dan menunggu
hanya untukmu

fauzirashid
24.1.10

22 Januari 2010

KepadaMu Tuhan

KepadaMu tuhan
ku sandarkan harapan
dalam setiap langkah kehidupan

Agar;
ku diberikan pedoman
kekal di atas landasan

Agar;
setiap bacaan
Kau dengarkan

Agar;
setiap permohonan
Kau tunjukan jalan

Agar;
aku bisa terus
dilandasanMu yang lurus
mendapat perlindungan
meninggalkan kabus
untuk menuju
kepadaMu Tuhan

lalu;
kusandarkan harapan
mohon pertolongan
mohon ampunan

oo...Tuhan

fauzirashid
(malam yang hening sekali)
22.1.10

Kumpulan 13

(Kumpulan 13 Kuala Selangor)

Mereka masuk pakatan
harap-harap dapat pangkat besar
kuasa besar
laba besar
untuk makan besar

Tapi bila hakikat
mereka dapat pangkat kecil
kuasa kecil
laba kecil
mereka tetap mahu makan besar

Untuk itu
tak apa kalau mereka perlu jadi munafik

Itulah hakikat kumpulan 13


fauzirashid
21.1.10

21 Januari 2010

Akhirnya

di lantai kakilima kehidupannya yang hanyir
diletaknya semangkuk harap
nasibnya yang kemek
menadah simpati
pada kaki-kaki yang lewat
kota yang sarat

perempuan itu terus menyeret hidup
dengan mangkuknya yang retak seribu
mengharung takdir pada bibir
kehidupannya yang bernanah
sepi dan
tiada yang peduli

fauzirashid
(kenangan ketika menelusuri malam di Lorong Hj Taib, KL)
21.1.10

18 Januari 2010

Di Pantai Rindu

di pantai rindu
ombak menghakis jejak kasih
yang dilalui sang gadis
cintanya pun terguris
lukanya menghiris
disenja yang gerimis
diapun menangis

fauzirashid
pantai feringgi,penang
22.12.09

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih