di lantai kakilima kehidupannya yang hanyir
diletaknya semangkuk harap
nasibnya yang kemek
menadah simpati
pada kaki-kaki yang lewat
kota yang sarat
perempuan itu terus menyeret hidup
dengan mangkuknya yang retak seribu
mengharung takdir pada bibir
kehidupannya yang bernanah
sepi dan
tiada yang peduli
fauzirashid
(kenangan ketika menelusuri malam di Lorong Hj Taib, KL)
21.1.10
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
'aku simpati kepada yang ingin menyucikan diri tapi tidak bisa lepas dari belenggu ini,
BalasPadamaku benci kepada yang merasa itulah takdir diri dan hanya menyerah pada situasi'
salam fauzi,
BalasPadamSaya pernah ke lorong Hj. Taib atau sebelahnya,
diajak oleh kawan yang mahu mengusik
beramah mesra dengan manusia yang
berpakaian perempuan.
Satu pengalaman yang sangat
berharga!