dalam ilmu
ada iman
ada ikhlas
fauzirashid
30.05.09
11 Jun 2009
10 Jun 2009
Heiwajima Eki – Keihinjima Sanbanchi
di steysen
keretapi memuntahkan manusia
yang memburu kehidupan
kulintas sebuah jejambat gagah bersama langkah kalian
di perhentian
seorang gadis sekolah lewat penat menghambat masa depan
kaki-kaki melatam jalan aspal tanpa henti
bas no 24 atau 54 atau 36 membuka pintu
kita beratur ditelan penuh restu
bas yang sarat – berangkat
di bangku muka-muka basi membuka tirai mimpi
seorang gadis menjeling aku dibirai mimpinya itukah?
kehidupan yang penuh lelah. itulah sebuah kehidupan di sini
betapa misti . untuk bersama pada paras yang tinggi
keihinjima sanbanchi
aku yang bergayut, keluar dari kesiksaan yang sempit ini
menghayun langkah mencanai waktu dengan
kerja-kerja yang tak bisa kulangsaikan
fauzirashid
di site shimizu gomi kojo
23.7.87
keretapi memuntahkan manusia
yang memburu kehidupan
kulintas sebuah jejambat gagah bersama langkah kalian
di perhentian
seorang gadis sekolah lewat penat menghambat masa depan
kaki-kaki melatam jalan aspal tanpa henti
bas no 24 atau 54 atau 36 membuka pintu
kita beratur ditelan penuh restu
bas yang sarat – berangkat
di bangku muka-muka basi membuka tirai mimpi
seorang gadis menjeling aku dibirai mimpinya itukah?
kehidupan yang penuh lelah. itulah sebuah kehidupan di sini
betapa misti . untuk bersama pada paras yang tinggi
keihinjima sanbanchi
aku yang bergayut, keluar dari kesiksaan yang sempit ini
menghayun langkah mencanai waktu dengan
kerja-kerja yang tak bisa kulangsaikan
fauzirashid
di site shimizu gomi kojo
23.7.87
08 Jun 2009
07 Jun 2009
Nesan II
disedarinya
dia tak upaya bergerak ke mana-mana lagi
terlalu berat didadanya gunian rahsia
yang beku menunggu saat cair
kini dia hanya berdiri kaku
menanti saat-saat itu
yang kian hampir
fauzirashid
pagi yang sejuk site keihinjima
22.10.87
dia tak upaya bergerak ke mana-mana lagi
terlalu berat didadanya gunian rahsia
yang beku menunggu saat cair
kini dia hanya berdiri kaku
menanti saat-saat itu
yang kian hampir
fauzirashid
pagi yang sejuk site keihinjima
22.10.87
06 Jun 2009
Maafkan Aku
hampir saban malam kubuka jendelamu
dengan nafsu birahi kunikmati kuntum-kuntum puisimu yang cantik
di sini kubisikkan kepadamu. sering dicelah kelopak puisimu itu
aku terkapai-kapai membuka lembaran-lembaran
mencari sesuatu yang tak kutemui. dan membikin aku kian tidak mengerti
dan bila
meraba-raba kelopak puisimu. di dada
aku kian termanggu.. kian tersipu. kadang termalu.
namun kian merindui pasti
puisimu jua kucari
bila kunikmati rekahan dipuisimu itu
kutemui birahi kenikmatan yang tertinggi yang tidakku mengerti
namun tetap kuulangi
saban malam pasti
puisimu membawa ku bermimpi
maafkan aku tanpa kerelaanmu kupasti
maafkan aku…
fauzirashid
4.6.09
Malam yang hening
dengan nafsu birahi kunikmati kuntum-kuntum puisimu yang cantik
di sini kubisikkan kepadamu. sering dicelah kelopak puisimu itu
aku terkapai-kapai membuka lembaran-lembaran
mencari sesuatu yang tak kutemui. dan membikin aku kian tidak mengerti
dan bila
meraba-raba kelopak puisimu. di dada
aku kian termanggu.. kian tersipu. kadang termalu.
namun kian merindui pasti
puisimu jua kucari
bila kunikmati rekahan dipuisimu itu
kutemui birahi kenikmatan yang tertinggi yang tidakku mengerti
namun tetap kuulangi
saban malam pasti
puisimu membawa ku bermimpi
maafkan aku tanpa kerelaanmu kupasti
maafkan aku…
fauzirashid
4.6.09
Malam yang hening
04 Jun 2009
Perjuangan Wirawan dan Kita
setelah
meletakkan bungkah tulang dan saraf tunjang perjuangan
ke tempatnya semula
wirawan pun melangkah gagah umpama laksamana
berpencak dengan keris taming sari ditangan
setelah enam musim dipertapaan gua keramat
ah….Wirawan sebenarnya kian hebat
tetapi
kalian masih membingungkan diri
berdiri di belakang jeriji besi rekaan sendiri memerhati
terkunci di penjara tembok batu nafsu
ah! tiba-tiba saja kita menjadi pengecut
dengan pelbagai alasan rekaan
apakah kalian sudah menyesal
dengan kesedaran kalian selama ini
atau kalian telah diletihkan oleh waktu dan puisi-puisi di tivi
lantas kalian membuat kesimpulan:
bahawa keadilan sebenarnya akan ditewaskan
bahawa kezaliman akan tertegak megah menongkat langit ?
tidakkah kalian mendapat isyarat?
bahawa wirawan akan membuka silat
fauzirashid
10.10.04
meletakkan bungkah tulang dan saraf tunjang perjuangan
ke tempatnya semula
wirawan pun melangkah gagah umpama laksamana
berpencak dengan keris taming sari ditangan
setelah enam musim dipertapaan gua keramat
ah….Wirawan sebenarnya kian hebat
tetapi
kalian masih membingungkan diri
berdiri di belakang jeriji besi rekaan sendiri memerhati
terkunci di penjara tembok batu nafsu
ah! tiba-tiba saja kita menjadi pengecut
dengan pelbagai alasan rekaan
apakah kalian sudah menyesal
dengan kesedaran kalian selama ini
atau kalian telah diletihkan oleh waktu dan puisi-puisi di tivi
lantas kalian membuat kesimpulan:
bahawa keadilan sebenarnya akan ditewaskan
bahawa kezaliman akan tertegak megah menongkat langit ?
tidakkah kalian mendapat isyarat?
bahawa wirawan akan membuka silat
fauzirashid
10.10.04
03 Jun 2009
Puisi Itu
puisi adalah
bungkah-bungkah yang kugubah
menerjah awan gemawan dilangit membiru itu
pun jua adalah
sekuntum pelangi yang kau lihat
melengkong senja
dari gunung ke gunung
puisi itu jua adalah
belon-belon yang dipegang anak kecil
pelbagai warna dijalanan pesta besar
dan puisi bisa jadi
dari langit senja nan ngeri
dari ombak memukul batuan zaman
dari beburung terbang pulang berkawan-kawan
fauzirashid
7.4.09
kiriman buat cryta
bungkah-bungkah yang kugubah
menerjah awan gemawan dilangit membiru itu
pun jua adalah
sekuntum pelangi yang kau lihat
melengkong senja
dari gunung ke gunung
puisi itu jua adalah
belon-belon yang dipegang anak kecil
pelbagai warna dijalanan pesta besar
dan puisi bisa jadi
dari langit senja nan ngeri
dari ombak memukul batuan zaman
dari beburung terbang pulang berkawan-kawan
fauzirashid
7.4.09
kiriman buat cryta
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...