gerombolan itupun memulakan perhimpunan
dalam sebuah menara yang sarat hutang
satu sutradara pun dipentaskan
seantero dunia
bersiponggang pekikan suara keramat bersemangat
membela bangsa
dengan lautan pekikan bertali arus
hidup bangsa..hidup bangsa..hidup bangsa
dengan sokongan buta tuli
mereka 'bertakbir'
hidup..hidup..hidup
dipentas utama
masing-masing mencari kosa kata terbaik
mencipta bilah-bilah bahasa yang menakjubkan
buat membius mereka yang tolol
dewan gamat dengan
memuji diri sendiri
mengutuk pesaing sehabis hina
seolah merekalah malaikat
yang diturunkan tuhan
membela bangsa ini
di bilik-bilik penginapan
mereka asyik bermain pakau
sehingga kesubuh
membaca abjad dan angka pada sekeping kartu
dengan warna-warna bunga yang tidak pernah sama
melagang helah dan kepakaran
buat mengaut ringgit-ringgit sahabat seperjuangan
dan
bila perhimpunan selesai
mereka kembali ke sarang asal
yang di pentas mengaut peluang
yang di bawah...tunggulah
sehelai kain batik atau setin milo
atau sekampit beras
bila musimnya sampai
fauzirashid
(dan perjuangan bangsa ini tak akan pernah selesai selagi mereka di pentas itu)
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
hebat!!!! sarkastik
BalasPadamNampak hebat tetapi UMNO masih menaruh harap
BalasPadamkepada 'lubang jub-r' sefool !