akulah kekasih laut
menghitung waktu pasang dan surut
sedang helang mendepa sayap panjang
mengintai belanak kecil yang degil ketagih melompat air
ku hayati kilau air dari bening mentari mencari pelangi
nelayan tua dengan sampan kecil dalam olang aling kehidupan
menyemai harapan pada biru langit
menaruh rasa gerak umpan yang tenggelam jauh ke dalam biru air
oo kau nelayan ku
pada belikatmu ada manik garam
kian sebati pada kulit diri
dik masin peluh yang jenuh keringat merempuh samudera bebas
kulayah angin dengan sayapku yang kecil
hinggap pada sebatang tiang layar pelaut yang tersesat
kutunjukkan laluan alun
bahawa laut membawa ombaknya ke pantai jua
oo pepohon
biar ku berteduh sebentar
merasai masin angin
setelah sehari suntuk
ku awasi dada laut
pasang dan surut
fauzirashid
(ekpedisi di laut)
11.10.09
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
(ketika aku menziarah kematian isteri sahabatku Mior kulihat ramai sanak saudaranya sampai dan berpelukan dengan wajah murung, kusaksikan ad...
"aku suka puisimu ini!"
BalasPadamsubhanallah...sudah lama aku hanyut dalam wilayah aku sendiri...tidak menjenguk keluar tetingkap kehidupan...
BalasPadamdisini lebih dari apa yang terdapat di dunia senget ku...lega rasanya dapat berlapang masa melawat ke dunia luar...
your tale is out of this world!
aku rindu akan prosa-prosa yang memabukkan...
Salam Faziz Ar,
BalasPadam"dari mata camar".
erk!!
BalasPadamzulkifli sudahpun berkata.. :)
mamamin angguk!