12 April 2012

Engkau Tidak Pernah Mengerti

telah kugariskan tujuh warna rindu
pada kanvas itu
dan kubiarkan ia hidup tanpa nyawa

biar jembalang liar menjadi penonton
mengunyah setiap erti yang tersirat

kerna engkau tidak pernah mahu mengerti
sebuah puisi yang kutulis dengan diksi
miskipun kusulam dengan
bulan dan bintang

ke mana perginya bicaramu
tuk kunikmati bilah-bilah puisimu yang
sering menikam diri
dan kau biar aku terus terpasung
dan meraung
umpama orang yang kurang siuman
mengunyah mimpi kusendiri

fauzirashid

1 ulasan:

  1. demi bulan, demi bintang...yang menyinar indah...
    tidakkah bebanan rindu melumat hati nan resah?

    BalasPadam