29 Mei 2013

Diriku

kusyairkan puisimu di senja itu
iramanya; deru ombak yang
setiap saat merindui pantai

aduhai burung-burung yang terbang pulang
kau dengarkan syairku ini
agar dapat kaukhabarkan
kepada anak-anakmu yang menunggu
di sarang malam

aduhai bayu senja yang menyapa dedaunan
kau bawakan syairku ini kepadanya
agar dia mengerti
bahawa aku terlalu sunyi
setiap saat menyanyikan puisinya
untuk diriku sendiri...

25 Mei 2013

Kota Tanpa Jiwa

tanpa kata-kata
hon-hon yang bicara
membingit...

di persimpangan itu
lampu-lampu punya aksara
hijau, kuning dan merah

di langit yang berdebu
gagak melintas kotak-kotak
ciritnya berceceran
ke muka-muka para gelandangan

di jejantas ada pecutan
manusia gawat setiap saat
memburu detik-detik diri
yang sarat

tak siapa peduli
serbuk azan yang ditaburkan dari menara tuhan
yang sebenarnya melakar kota ini
yang sebenarnya meniup nadi
kota ini

19 Mei 2013

Panahan Matamu


sebilah panah
yang menujah
bisanya terlalu
menggugat degup jantung

kian aku di sini
menunggu bilah-bilah
yang kau lepaskan
dari busarmu

20 April 2013

Petak Pertarungan

hari ini
papan pertarungan dibentang
bidak-bidakpun disusun

sebentar gerak dimulakan
bidak melangkah di petak-petak hitam putih
mencongak silat lawan berpencak
muslihat melangkah muslihat


sang pemerhati tercongok di tepi petak
membaca setiap gerak

pertarungan ini dibius kebencian
pertarungan ini adalah perjuangan
kalah mati

Di Penamaan Calon
20.4.13

09 April 2013

Umpama

umpama biara
di liku senja
tua dan luka

dihuni penyembah gila
tanpa iman tanpa tuhan

di kuburan
daun-daun kering kemboja
berserakan


08 April 2013

Di LantaiMu

jiwa suci
sujud di lantai diri
subuh hening
di kotak fikir dunia hanya kelongsong

hanya ada tuhan
Zat yang Maha Agung
Pencipta yang Ahad
Yang Azali
Yang Rahim

Duhai Tuhan
di subuh ini
di rumahMu ini
aku serah jiwaku

terimalah aku
di kalangan jiwa yang tunduk sujud
dan kekal tunduk sujud
kepadaMu

25.3.13
(subuh di lantai baitullah)

05 April 2013

Di Maqam Balqik

ingin kucari sekuntum puisi
di sini di perkuburan suci ini

dapat kurasakan para syuhada
didakap bumi dengan
kasih sayang

wajah mereka bercahaya
tubuh mereka semerbak mewangi

dengan tasbih
mereka menunggu hari akhir

21.3.13
(Di Madinatul Munauwarah)

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih