17 Mac 2013

Andai 1

andai senja menyapa jingga
andai bulan menyapa pungguk
andai angin menyantun gelora
pasti alun membawaku 
ke pantaimu jua

16.3.13


12 Mac 2013

Akulah Lelaki Itu

akulah lelaki
tanpa sepatu
menapak di aspal yang garing
menuju ke pantai ini
merenung langit
mendengar suara ombak

akulah lelaki
tanpa jemu
mengait bulan yang bening
di pekat malam
mengintai mimpi
mendengar rajuk sang pungguk

12.3.13

05 Mac 2013

Lahad Datu 2

kalian datang dengan senapang
dengan garang

kamipun menanti dengan senapang
cuma pertahankan diri

jangan kalian
salahkan kami...

5.3.13

Lahad Datu

tiba-tiba
sejarah itu meruntun
mensyaitan dan merakus
nyalaanya marak di sukma kalian
mendidihkan sebelanga pertimbangan

tangkai pada cangkir diri telah hangus
tak mampu dikelek lagi
cangkir itu

telah tertumpah darah
lendirnya resap ke bumi
merahnya masih menyala

menyala di hati kalian
menyala di hati kami

membakar sukma kalian
membakar sukma kami

bukankah kita sebenarnya bersaudara?
menghirup nafas nusantara ini
berkurun...

mengapa harus
kalian bukakan gelanggang
berpencak di bumi saudaramu ini?
tanpa santun
tanpa pantun

5.3.13
(mengenang pencerobohan yang mencetuskan pertempuran di Lahad Datu)
(pertempuran yang sudah tentu memutuskan kasih sayang...suami,isteri dan anak-anak...)


28 Februari 2013

Resap

bumi!
biarkan saja ia resap dari langit
ke perutmu

biar berkurun habil dan qabil
resap dalam ingatan manusiawi
tak pernah jadi pedomanpun

hai kalian!
umat bumi
diantarkan kalian ke sini
untuk apa...

jadilah khalifah laut, khalifah gunung dan pemilik tanah ini
biar ia hijau dengan fauna

jangan kalian biarkan ia
resap...
manusiawimu yang sepatutnya
terpimpin

19 Februari 2013

Kotaku

kotaku mengeruhkan sungai hidup
manusia-manusianya sarat dengan serakah nafsu
membelek kartu-kartu
di saku

ada cinta yang terbuang
ada rindu tercemar
ngiong hon dan asap di aspal
meratah keamatan diri

aku jadi terkedu melihat kota
sarat memikul dosa-dosa 

bungkah-bungkah batu berdiri angkuh
menujah langit hening
antara persetiaan dan cinta
sering terbakar di ranjang kamar

di lorong-lorong hitam yang hanyir
syaitan pun mendepakan sayap
menutup cahaya bening
langit kotaku menumpahkan hujan darah
bersama bilah-bilah gerimis yang beracun

jalan kotaku berselirat
dengan dendam kesumat

7.6.11
KL

17 Februari 2013

Mencari Kepastian

dari langit gitap
huruf-huruf jatuh
membentuk diksi
diksi menjadi puisi

puisi mencari erti diri 
tuk diriku mencari kepastian hakiki

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih