di rahang senja yang memanciskan gelojak nafsu dari neraka
bahangnya kau lihat nun di ufuk mega yang begitu garang jingganya
kalian di jalan ini masih berpencak tanpa peduli
serbuk azan yang dihamburkan dari minaret tinggi
adalah laungan hakiki untuk kalian
mengingati tuhan
16.10.12
(andai ada kesempatan, ingin sekali menulis kembali, kucuba ini untuk kalian)
16 Oktober 2012
06 September 2012
Resah
dengan sepatu benci
engkaupun melangkah pergi
tinggalkan aku
mengunyah hati
mengusung resah diri
di ranjang sepi
di rusuk malam yang dini
mengusung resah diri
di ranjang sepi
di rusuk malam yang dini
07 Julai 2012
Di Pentas Hitam Putih
i)
diapun terus menggerakkan bidak-bidak
ke petak-petak hitam putih dalam pertarungan kali ini
dengan mengusung nafsu serakah
dia mengatur tipu helah dan
menebarkan racun fitnah yang melata
ke setiap persimpangan yang berliku di petak-petak itu
dengan rentak tari bidak-bidak mainannya
diintainya setiap gerak rusuk musuh yang bersegi
dan fitnah itu ditebarkan lagi sehingga ke ranjang malam
memangpun selama ini
pabila dia terus menggerakkan bidak-bidaknya ke setiap penjuru petak hitam putih itu
lawannya harus akur bahawa:
dia adalah pemain yang tersohor
geraknya pasti memerangkap bidak lawan
yang pasti terkedu tewas dalam setiap kali pertarungan
kemudian dia akan kembali mengawal setiap rinci petak-petak hitam putih itu
selama ini
ii)
dan kali ini dia tersedar dari lamunan bahawa:
gerak setiap bidak dirinya tidak lagi lancar
sering terkedu dan tersekat di petak-petak diri
setiap gerak rusuknya diintai dengan rincinya
tipu dayanya tidak lagi mampu menolehkan lawan
namun dia terus mengisi racun
pada setiap kelongsong bidak-bidaknya
agar setiap gerak mampu menggegar gerak musuh
iii)
sebenarnya dia telah tersedar
bidak-bidaknya hanya bergerak
di sekitar perangkap musuh yang bijak
dan penonton-penonton yang bersidai di keliling meja pertarungan
telah maklum...
pada kali ini dia akan ditewaskan
dalam kehinaan yang amat sangat
iv)
dan...
dalam diam
dia mengatur langkah;
papan pertarungan ini akan diterbalikkan
sebelum geraknya di 'CheckMate'
fauzirashid
diapun terus menggerakkan bidak-bidak
ke petak-petak hitam putih dalam pertarungan kali ini
dengan mengusung nafsu serakah
dia mengatur tipu helah dan
menebarkan racun fitnah yang melata
ke setiap persimpangan yang berliku di petak-petak itu
dengan rentak tari bidak-bidak mainannya
diintainya setiap gerak rusuk musuh yang bersegi
dan fitnah itu ditebarkan lagi sehingga ke ranjang malam
memangpun selama ini
pabila dia terus menggerakkan bidak-bidaknya ke setiap penjuru petak hitam putih itu
lawannya harus akur bahawa:
dia adalah pemain yang tersohor
geraknya pasti memerangkap bidak lawan
yang pasti terkedu tewas dalam setiap kali pertarungan
kemudian dia akan kembali mengawal setiap rinci petak-petak hitam putih itu
selama ini
ii)
dan kali ini dia tersedar dari lamunan bahawa:
gerak setiap bidak dirinya tidak lagi lancar
sering terkedu dan tersekat di petak-petak diri
setiap gerak rusuknya diintai dengan rincinya
tipu dayanya tidak lagi mampu menolehkan lawan
namun dia terus mengisi racun
pada setiap kelongsong bidak-bidaknya
agar setiap gerak mampu menggegar gerak musuh
iii)
sebenarnya dia telah tersedar
bidak-bidaknya hanya bergerak
di sekitar perangkap musuh yang bijak
dan penonton-penonton yang bersidai di keliling meja pertarungan
telah maklum...
pada kali ini dia akan ditewaskan
dalam kehinaan yang amat sangat
iv)
dan...
dalam diam
dia mengatur langkah;
papan pertarungan ini akan diterbalikkan
sebelum geraknya di 'CheckMate'
fauzirashid
28 Jun 2012
Kejora
di malam yang bisu begini
kuamati duhai kerdipan kejoramu
di ufuk langitku yang menghitam
namun kucuba jua membisikkan
bait-bait puisiku yang halus
untukmu wahai kejoraku yang tersayang
namun engkau tak pernah mengerti
alam mayamu tak bisa kusapai lagi
walaupun di malam yang sepi begini
saat-saat kau sangat kuperlui
kuamati duhai kerdipan kejoramu
di ufuk langitku yang menghitam
namun kucuba jua membisikkan
bait-bait puisiku yang halus
untukmu wahai kejoraku yang tersayang
namun engkau tak pernah mengerti
alam mayamu tak bisa kusapai lagi
walaupun di malam yang sepi begini
saat-saat kau sangat kuperlui
22 Jun 2012
Waktu2
bila dinding kamarku meretak dihentak tik tak
akupun terbingkas dan terbangun
dari ranjang mimpiku yang ngeri
pada cermin kamarku yang berdebu
kutampak diriku kian usang
dimamah waktu yang asyik menggigit
yang tak pernah tampil kembali mengunjungiku di kamar ini
dan kelkatu-kelkatu yang menerpa lampu kamarku
mematahkan sayapnya lalu merangkak
meratah gobok kamarku yang mereput
ah....begitulah kehidupan
fauzirashid
akupun terbingkas dan terbangun
dari ranjang mimpiku yang ngeri
pada cermin kamarku yang berdebu
kutampak diriku kian usang
dimamah waktu yang asyik menggigit
yang tak pernah tampil kembali mengunjungiku di kamar ini
dan kelkatu-kelkatu yang menerpa lampu kamarku
mematahkan sayapnya lalu merangkak
meratah gobok kamarku yang mereput
ah....begitulah kehidupan
fauzirashid
18 Jun 2012
Waktu
adalah
tik tak tik tak
yang menghentak
kulitku meretak
adalah
bandul yang berayun
tidak memperdulikan
sesiapapun
adalah
kepompong yang kian tua
menerjahkan rama-rama
adalah
seorang tua di gigi jalan
menghimpun sampah-sampah kehidupan
waktu itu adalah
sahabat yang terus pergi
meninggalkan aku
termanggu sepi
fauzirashid
tik tak tik tak
yang menghentak
kulitku meretak
adalah
bandul yang berayun
tidak memperdulikan
sesiapapun
adalah
kepompong yang kian tua
menerjahkan rama-rama
adalah
seorang tua di gigi jalan
menghimpun sampah-sampah kehidupan
waktu itu adalah
sahabat yang terus pergi
meninggalkan aku
termanggu sepi
fauzirashid
01 Jun 2012
Hakikat
dari tanah
dan...
kepada tanah
kita akan kembali
pun sementara
menunggu titian...
sirotulmustaqim
dan...
kepada tanah
kita akan kembali
pun sementara
menunggu titian...
sirotulmustaqim
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...