06 September 2012

Resah

dengan sepatu benci
engkaupun melangkah pergi

tinggalkan aku
mengunyah hati
mengusung resah diri
di ranjang sepi
di rusuk malam yang dini

07 Julai 2012

Di Pentas Hitam Putih

i)
diapun terus menggerakkan bidak-bidak
ke petak-petak hitam putih dalam pertarungan kali ini
dengan mengusung nafsu serakah
dia mengatur tipu helah dan 
menebarkan racun fitnah yang melata
ke setiap persimpangan yang berliku di petak-petak itu

dengan rentak tari bidak-bidak mainannya
diintainya setiap gerak rusuk musuh yang bersegi
dan fitnah itu ditebarkan lagi sehingga ke ranjang malam

memangpun selama ini
pabila dia terus menggerakkan bidak-bidaknya ke setiap penjuru petak hitam putih itu
lawannya harus akur bahawa:
dia adalah pemain yang tersohor
geraknya pasti memerangkap bidak lawan
yang pasti terkedu tewas dalam setiap kali pertarungan
kemudian dia akan kembali mengawal setiap rinci petak-petak hitam putih itu
selama ini

ii)
dan kali ini dia tersedar dari lamunan bahawa:
gerak setiap bidak dirinya tidak lagi lancar
sering terkedu dan tersekat di petak-petak diri
setiap gerak rusuknya diintai dengan rincinya
tipu dayanya tidak lagi mampu menolehkan lawan

namun dia terus mengisi racun
pada setiap kelongsong bidak-bidaknya
agar setiap gerak mampu menggegar gerak musuh

iii)
sebenarnya dia telah tersedar
bidak-bidaknya hanya bergerak
di sekitar perangkap musuh yang bijak

dan penonton-penonton yang bersidai di keliling meja pertarungan
telah maklum...
pada kali ini dia akan ditewaskan
dalam kehinaan yang amat sangat

iv)
dan...
dalam diam
dia mengatur langkah;
papan pertarungan ini akan diterbalikkan
sebelum geraknya di 'CheckMate'

fauzirashid




28 Jun 2012

Kejora

di malam yang bisu begini
kuamati duhai kerdipan kejoramu
di ufuk langitku yang menghitam
namun kucuba jua membisikkan
bait-bait puisiku yang halus
untukmu wahai kejoraku yang tersayang

namun engkau tak pernah mengerti
alam mayamu tak bisa kusapai lagi
walaupun di malam yang sepi begini
saat-saat kau sangat kuperlui

22 Jun 2012

Waktu2

bila dinding kamarku meretak dihentak tik tak
akupun terbingkas dan terbangun 
dari ranjang mimpiku yang ngeri 


pada cermin kamarku yang berdebu
kutampak diriku kian usang
dimamah waktu yang asyik menggigit
yang tak pernah tampil kembali mengunjungiku di kamar ini


dan kelkatu-kelkatu yang menerpa lampu kamarku
mematahkan sayapnya lalu merangkak
meratah gobok kamarku yang mereput


ah....begitulah kehidupan


fauzirashid



18 Jun 2012

Waktu

adalah
tik tak tik tak
yang menghentak
kulitku meretak

adalah
bandul yang berayun
tidak memperdulikan
sesiapapun

adalah
kepompong yang kian tua
menerjahkan rama-rama

adalah
seorang tua di gigi jalan
menghimpun sampah-sampah kehidupan

waktu itu adalah
sahabat yang terus pergi
meninggalkan aku
termanggu sepi

fauzirashid

01 Jun 2012

Hakikat

dari tanah
dan...
kepada tanah
kita akan kembali

pun sementara
menunggu titian...
sirotulmustaqim

30 Mei 2012

Kepompong Diri

kukunyah helaian dedaun kenangan
dari rimbunan waktu yang sempat kutinjat
sebentar aku pasti akur dengan takdirMu tuhan
merubah diri menjadi kepompong yang sepi
bergayut di reranting hari

esok atau lusa yang belum pasti
aku bertafakur mencari diri
mentafsir mimpi dalam pertapaan yang beku
apakah aku bisa keluar dari cengkerang ini
mengepak sayap menuju ke langit biru...

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih