kautuang secawan kopi
bersusukan kasihmu yang suci
lalu kuhirup di kepekatan malam
Ayuh bangkit umat Muhammad!
Dari lena dan alpa,
saudaramu sedang diratah
bumi gaza terbakar musnah
darah suhada mengalir merah
mayat-mayat pasrah diinjak
laknattullah.
Jangan diharap pembelaan manusia
kufar
di zaman tamadun kebendaan - tanpa
kemanusiaan
melainkan kalian umat Muhammad
bertekad menggengam jihad
sederap menggayang manusia laknat
zionis yang bertuhankan iblis.
Ayuh bangkit!
Duhai umat
yang beriktiqad satu Tuhan
satu Utusan
satu kitab panduan.
Fauzi Rashid
18.5.21
(Puisi untuk Gaza yang sedang dibantai
oleh Zionis Laknatullah)
iii
Bila YB masuk gerbang
Kamipun palu kompang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Kami alun lagu girang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Bila YB naik pentas
Kami sedia bangku empuk
Bila YB bongkok duduk
Kami di bawah hormat tunduk
Plepuk plepang, plepuk plepang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Kami terus memalu kompang
YB berdiri depan kami
Muka berseri gagah berani
“Saya bina jambatan besi”
“Saya bina dewan seri”
“Saya hampar jalan aspal”
Plepuk plepang, plepuk plepang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Kami girang memalu kompang
Bila YB menumbuk langit
Kami terus berdiri bangkit
Semangat kami bertambah sengit
“Hidup YB, hidup YB” suara mengaum
YB tersenyum
Bila YB keluar gerbang
Kami iringi kereta godang
YB lambai kami riang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Di hati kami berbunyi kompang
Kami tunggu YB datang
Tagih janji YB sembang
Kami nanti YB datang
Tapi YB
tak nampak bayang
Plepuk plepang, plepuk plepang
Kepala kami dihempuk kompang
21.3.21
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih