01 Jun 2021

Secawan Kopi


dari cangkir yang mendidih
kautuang secawan kopi
bersusukan kasihmu yang suci

lalu kuhirup di kepekatan malam
bertemankan bintang-bintang
dan nyanyian cengkerik memanggil bulan

1.6.21


18 Mei 2021

Ayuh Bangkit!

 

Ayuh bangkit umat Muhammad!

Dari lena dan alpa,

saudaramu sedang diratah

bumi gaza terbakar musnah

darah suhada mengalir merah

mayat-mayat pasrah diinjak laknattullah.

 

Jangan diharap pembelaan manusia kufar

di zaman tamadun kebendaan - tanpa kemanusiaan

melainkan kalian umat Muhammad

bertekad menggengam jihad

sederap menggayang manusia laknat

zionis yang bertuhankan iblis.

 

Ayuh bangkit!

Duhai umat

yang beriktiqad satu Tuhan

satu Utusan

satu kitab panduan.

 

 

Fauzi Rashid

18.5.21

(Puisi untuk Gaza yang sedang dibantai oleh Zionis Laknatullah)

03 Mei 2021

Takdirnya Kita

 i.
(17/5/90)

Pada malam ini di tahun itu
kusambut restu ayah (dengan izin Allah)
tertakdir sudah
Dirimu hanya milikku dan
akupun hanya milikmu (yang sah)


ii

Pada malam ini di tahun itu
bermulalah kita berdua
mendayung bahtera di laut kehidupan
mencari cahaya di pelabuhan
melabuhkan cinta dan perkasihan
mendaki langit biru
mendakap kepulan awan rindu

iii

dan...
Pada malam ini di tahun itu
kusentuh jari manismu
dirimu tunduk tersipu malu
lalu kusarungkan 
sebentuk cincin persetiaan
bertatahkan cinta dan kasih sayang
permatanya rindu-rinduan

khusus utk isteriku...
(semuga mahligai kita bercahaya sehingga ke syurga)

02 April 2021

Di suatu Senja

langit mendung di senja muram
beburubg telah pulang menemui tersayang
cengkerik-cengkerik dengan nyanyian wirid laguan senja
tasbih dan tahmid memujiMu ... Tuhan

rintik-rintik jatuh menjadi manik di air
mengujakan ikan-ikan kecil di tasik ini

aku harus bersegera melangkah pergi
ke rumahMu
mensyukuri segala yang telah Engkau
limpahi buatku...

29.3.21
taman tasik
taiping

Benih

 

dari basah tanah
bercambah
terbebas dari cengkerang diri
berdaun lalu
merimbun.
berbunga lalu
disunting rerama
berputik lalu
meranum.
gugur dari tangkai lalu
menjadi benih
bercambah
di basah tanah
lalu...
tumbuh
berdaun merimbun...
2.4.211

21 Mac 2021

Bila YB Diiring Kompang

 

Bila YB masuk gerbang

Kamipun palu kompang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami alun lagu girang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

 

Bila YB naik pentas

Kami sedia bangku empuk

Bila YB bongkok duduk

Kami di bawah hormat tunduk

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami terus memalu kompang

 

YB berdiri depan kami

Muka berseri gagah berani

“Saya bina jambatan besi”

“Saya bina dewan seri”

“Saya hampar jalan aspal”

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kami girang memalu kompang

 

Bila YB menumbuk langit

Kami terus berdiri bangkit

Semangat kami bertambah sengit

“Hidup YB, hidup YB” suara mengaum

YB tersenyum

 

 

Bila YB keluar gerbang

Kami iringi kereta godang

YB lambai kami riang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Di hati kami berbunyi kompang

 

Kami tunggu YB datang

Tagih janji YB sembang

Kami nanti YB datang

Tapi YB

tak nampak bayang

 Plepuk plepang, plepuk plepang

Plepuk plepang, plepuk plepang

Kepala kami dihempuk kompang

21.3.21

12 Mac 2021

Cinta Itu

 

Tiada yang lebih suci
dari titis embun
mendinginkan daun
di subuh nan rimbun
 
Dan..
Kerdipan kejorapun
begemerlapan
langit yang dini
menemani malam yang sepi
 
Dan..
Di lengkung pelangi nan gemilang
beburung senja terbang pulang
ke sarang yang usang
mendengar ciap-ciap tersayang
 
Dan…
Sebersih awan putih
bergantungan di biru langit
langit yang terlalu dalam
langit yang terlalu diam
 
Dan…
Di permukaan tasik yang tenang
Ada banjaran gunung yang terbentang

12.3.21
yang bold dihantar ke fb pada 12.3.21

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih