04 Januari 2021

 Doa

i
membilas
danau pekat
keringat hanyir
menyusup dari
pori pori diri
bilasan demi bilasan
membiaskan naluri nafsi
ii
seperti fatamogana yang
memanjat langit
menjadi awan
dan...
kembali ke bumi
menjadi
renjisan gerimis
di pagi yang sepi
23.3.17
utk sahabat sahabat dalam dunia puisi...

 Dosa

i
tompok tompok hitam
di jendela kamar
yang kaupercikkan dari
baldi nafsu
ii
cicak cicak di siling serakah
melontar lidah
membelit kelkatu
di lampu ungu
ii
buku catatan harian
yang kauconteng
abjad abjad yang mujarad
2.4.17

 Ombak

ombak yang kaulepaskan ke laut tidakpun meragas dan memecahkan batu di seberang.
kulihat ombak itu berpatah balik
menuju pantaimu
meragas pepasir dan ...
meruntuhkan aur yang kausemai berkurun...
4.4.17

 Debat

bilah bilah yang mahu kaulepaskan dari busur amarah
rupanya hanya sandiwara membikin warna pada langit senja
yang tidak upaya kau conteng dada mega yang menyala
balacimu menutup lampu... melabuhkan tirai
dan engkau menyeringai di belakang tabir
memang engkau bukan anak jantan...
4.4.17

 Suara Rimba

kudengar
air menghilir
meredah kerikil
menyeret pepasir
pepohon bertasbih
bersama unggas rimba
dan semilai kecil pun asyik
bermain buih
memuji Kekasih
7.4.17

 Kontras

sepatutnya lidah itu dibasahi zikir
tetapi ternyata dari mulutnya membuak najis
dan lebainya kian berwarna
tidak lagi putih sebersih suci
11.4.17

03 Januari 2021

 Puisi dari An-Nur -35

Allah
Yang menerangi langit dan bumi
Perumpamaan Nur Allah adalah
Seperti sebuah lubang
Yang di dalamnya ada sebuah pelita
Pelita itu di dalam kaca
Kaca itu jernih
Laksana bintang yang bersinar
seumpama mutiara
Pelita itu dinyalakan dengan minyak
Daripada pohon zaitun yang diberkati
tumbuh tidak di timur
Dan tidak di barat
minyaknya memancar cahaya bersinar
Walaupun tidak disentuh api
Cahaya berlapis cahaya
Allah membimbing sesiapa yang dikekendaki
Kepada Nur hidayahNya...
14.7.17
Salam Jumaat

Belum bertajuk

  Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih