gurun telah membasah dik darah darah pekat yang menghanyir
bani bani tanpa Tuhan membusung dada membara diadudomba
hanya kerna kalian telah mengangkat abu jahal, abu lahab ke mahkota tertinggi
kembali mengadap al lata, al udza bersama 360 berhala yang berdiri di lantai pagan
abdullah ubaipun merenjis minyak ke pelosok tanah gurun yang garing
tanpa peduli, menyiut api lalu marak mejilat batu kejahilan kalian
hanya kerna kalian masih kekal dengan kabilah kabilah berunta di lereng perbukitan gersang
tanpa kalian membaca bahawa langit, matahari dan bulan telah menghulurkan waktu untuk terus mencari erti ketamadunan manusiawi
asal didasari Kitab dan Sunah yang di jamin Tuhan
dan mataf seharusnya lantai untuk kalian terus mengintai rumah Tuhan
dalam puisingan tanpa ada perhentiannya sesaatpun
22.2.2015
22 Februari 2015
19 Januari 2015
Frustrasi...
Lantai malampun dihidupkan dengan
tarian fantasi dielus marijuana
kau hadir dipojok itu
ditemani musik bingit menyebatikan pekikan iblis
ke rongga rongga ghairah
Ahaa...
kulihat kau mengapung
bersama belon belon yang terkinja
di kelam jingga
menagih kepul asap yang menerobos jantung
menghitamkan rongga nafas
Dan
musikpun diteruskan tanpa puisi
lagi dan lagi...
dihias dencingan gelas anggur
Apakah pekat buihnya kaufikir...
bisa menenggelamkan takdir Tuhan.
sampai bila. sampai bila
kau harus begini...
19.1.15
Lantai malampun dihidupkan dengan
tarian fantasi dielus marijuana
kau hadir dipojok itu
ditemani musik bingit menyebatikan pekikan iblis
ke rongga rongga ghairah
Ahaa...
kulihat kau mengapung
bersama belon belon yang terkinja
di kelam jingga
menagih kepul asap yang menerobos jantung
menghitamkan rongga nafas
Dan
musikpun diteruskan tanpa puisi
lagi dan lagi...
dihias dencingan gelas anggur
Apakah pekat buihnya kaufikir...
bisa menenggelamkan takdir Tuhan.
sampai bila. sampai bila
kau harus begini...
19.1.15
30 Disember 2014
INI HUDUD TUHAN. BELAJARLAH MENYANTUNI BUMI
saudaraku sekelian
telah sekian lama kita kasari
bukit dan pergunungannya
kita cemari
darat dan lautan itu
kita injak kita asak
sesuka kita!
sebenarnya
lantai ini tidak pernah membenci kita
walaupun kita injak
walaupun kita ludah
ia tetap menggalas kita
ke mana saja kita pergi
ia tetap memberi kita makan
ia tetap menghulurkan kita air
walaupun kita hentak
walaupun kita cemari najis
ironinya kita tidak pernah merasakan
bahawa kita ini makhluk rakus
dan...
ini sekedar dengusannya
sekedar menekuni hudud Penciptanya
30.12.14
14 November 2014
Bermulanya Sebuah Cinta
demi Tuhan
kesepian adam
menjelmakan hawa
di langit syurga berdua
kasihpun menguntum...
dik kepingin hawa
menjamah ranumnya khuldi
menurunkan adam bersamanya
ke lantai bumi yang asing
rindupun merimbun
kesepian kembali meresap
di dada adam dan hawa
dipisah benua entah ke mana
oh adamku...di mana geranganmu
oh hawaku sayang...aku ingin sekali, memelukmu
dua jiwa berkasih
pun mencari cinta
meredah pelantar benua yang garing
dan di jabal rahmah yang sunyi
hawa memeluk adam
adam mendakap hawa
tidak rela dipisahkan lagi
oh...tidak...!
Robbana, Zolammna, Amfusana...
Wa iillam taghfirlana....
Watarhamna lanaku nan
naminal khosirin...
camar berlegar
ke biru langit yang terlalu dalam....
21 muharram 1436
demi Tuhan
kesepian adam
menjelmakan hawa
di langit syurga berdua
kasihpun menguntum...
dik kepingin hawa
menjamah ranumnya khuldi
menurunkan adam bersamanya
ke lantai bumi yang asing
rindupun merimbun
kesepian kembali meresap
di dada adam dan hawa
dipisah benua entah ke mana
oh adamku...di mana geranganmu
oh hawaku sayang...aku ingin sekali, memelukmu
dua jiwa berkasih
pun mencari cinta
meredah pelantar benua yang garing
dan di jabal rahmah yang sunyi
hawa memeluk adam
adam mendakap hawa
tidak rela dipisahkan lagi
oh...tidak...!
Robbana, Zolammna, Amfusana...
Wa iillam taghfirlana....
Watarhamna lanaku nan
naminal khosirin...
camar berlegar
ke biru langit yang terlalu dalam....
21 muharram 1436
18 Februari 2014
Tengkujuh
bilah-bilah menjunam
percik bersinar
guntur meroboh
langit hodoh
saat itu
hari menangisi
nasibnya sendiri
dan aku
di lantai diri
pasrah pada Ilahi
percik bersinar
guntur meroboh
langit hodoh
saat itu
hari menangisi
nasibnya sendiri
dan aku
di lantai diri
pasrah pada Ilahi
16 Februari 2014
Biar Aku
biar aku bersama burung di awan terapung
menggapai mentari di langit tinggi
menggengam bulan. mengutip bintang
aku akan terus berpuisi di pantai sepi
di gelora laut mendayung aksara
bersama ikan bersama siput bersama pelaut
menaakul pasang dan surut
menggapai mentari di langit tinggi
menggengam bulan. mengutip bintang
aku akan terus berpuisi di pantai sepi
di gelora laut mendayung aksara
bersama ikan bersama siput bersama pelaut
menaakul pasang dan surut
Bonda
i.
bonda
telah kau harungi belantara
tanah pusaka ini
bonda
telah kau harungi belantara
tanah pusaka ini
merentes perkebunan hidup
tanpa ayah
tanpa ayah
bonda
tulang-tulangmu telah lusuh
melagang langkah demi langkah
menganyam masa depan
hidup kami
bonda
kau tetap pasrah
menggobek sireh kehidupan
dan mengunyah pedasnya waktu
untuk kami
ii.
bonda
disetiap detik malam yang dingin
bonda
disetiap detik malam yang dingin
kau bertasbih buat seorang kekasih
pasrah menunggumu di pusara
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...