kalian datang dengan senapang
dengan garang
kamipun menanti dengan senapang
cuma pertahankan diri
jangan kalian
salahkan kami...
5.3.13
05 Mac 2013
Lahad Datu
tiba-tiba
sejarah itu meruntun
mensyaitan dan merakus
nyalaanya marak di sukma kalian
mendidihkan sebelanga pertimbangan
tangkai pada cangkir diri telah hangus
tak mampu dikelek lagi
cangkir itu
telah tertumpah darah
lendirnya resap ke bumi
merahnya masih menyala
menyala di hati kalian
menyala di hati kami
membakar sukma kalian
membakar sukma kami
bukankah kita sebenarnya bersaudara?
menghirup nafas nusantara ini
berkurun...
mengapa harus
kalian bukakan gelanggang
berpencak di bumi saudaramu ini?
tanpa santun
tanpa pantun
5.3.13
(mengenang pencerobohan yang mencetuskan pertempuran di Lahad Datu)
(pertempuran yang sudah tentu memutuskan kasih sayang...suami,isteri dan anak-anak...)
sejarah itu meruntun
mensyaitan dan merakus
nyalaanya marak di sukma kalian
mendidihkan sebelanga pertimbangan
tangkai pada cangkir diri telah hangus
tak mampu dikelek lagi
cangkir itu
telah tertumpah darah
lendirnya resap ke bumi
merahnya masih menyala
menyala di hati kalian
menyala di hati kami
membakar sukma kalian
membakar sukma kami
bukankah kita sebenarnya bersaudara?
menghirup nafas nusantara ini
berkurun...
mengapa harus
kalian bukakan gelanggang
berpencak di bumi saudaramu ini?
tanpa santun
tanpa pantun
5.3.13
(mengenang pencerobohan yang mencetuskan pertempuran di Lahad Datu)
(pertempuran yang sudah tentu memutuskan kasih sayang...suami,isteri dan anak-anak...)
28 Februari 2013
Resap
bumi!
biarkan saja ia resap dari langit
ke perutmu
biar berkurun habil dan qabil
resap dalam ingatan manusiawi
tak pernah jadi pedomanpun
hai kalian!
umat bumi
diantarkan kalian ke sini
untuk apa...
jadilah khalifah laut, khalifah gunung dan pemilik tanah ini
biar ia hijau dengan fauna
jangan kalian biarkan ia
resap...
manusiawimu yang sepatutnya
terpimpin
biarkan saja ia resap dari langit
ke perutmu
biar berkurun habil dan qabil
resap dalam ingatan manusiawi
tak pernah jadi pedomanpun
hai kalian!
umat bumi
diantarkan kalian ke sini
untuk apa...
jadilah khalifah laut, khalifah gunung dan pemilik tanah ini
biar ia hijau dengan fauna
jangan kalian biarkan ia
resap...
manusiawimu yang sepatutnya
terpimpin
19 Februari 2013
Kotaku
kotaku mengeruhkan sungai hidup
aku jadi terkedu melihat kota
sarat memikul dosa-dosa
jalan kotaku berselirat
manusia-manusianya sarat dengan serakah nafsu
membelek kartu-kartu
di saku
di saku
ada cinta yang terbuang
ada rindu tercemar
ngiong hon dan asap di aspal
meratah keamatan diri
aku jadi terkedu melihat kota
sarat memikul dosa-dosa
bungkah-bungkah batu berdiri angkuh
menujah langit hening
antara persetiaan dan cinta
sering terbakar di ranjang kamar
di lorong-lorong hitam yang hanyir
syaitan pun mendepakan sayap
menutup cahaya bening
langit kotaku menumpahkan hujan darah
bersama bilah-bilah gerimis yang beracun
jalan kotaku berselirat
dengan dendam kesumat
7.6.11
KL
17 Februari 2013
Mencari Kepastian
dari langit gitap
huruf-huruf jatuh
membentuk diksi
diksi menjadi puisi
puisi mencari erti diri
tuk diriku mencari kepastian hakiki
huruf-huruf jatuh
membentuk diksi
diksi menjadi puisi
puisi mencari erti diri
tuk diriku mencari kepastian hakiki
06 Februari 2013
Kehidupan
memburu semalam yang tak kembali
diburu esok yang kunjung pasti
kehidupanku...
begitulah
6.2.13
diburu esok yang kunjung pasti
kehidupanku...
begitulah
6.2.13
04 Februari 2013
Gerimis
gerimis tumbuh
membenihkan kembali cendawan rinduku
di halaman
ada saat-saatnya kita pernah dipertemukan
ketika rintik hujan
lalu kuselitkan sekuntum bunga ke rerambutmu
dan di matamu
hanya ada diriku saat itu
gerimispun tumbuh
menerjah atap rembia malam
rintiknya memecah kesunyian
aku kini kembali sepi
di halaman rindu
tanpamu
membenihkan kembali cendawan rinduku
di halaman
ada saat-saatnya kita pernah dipertemukan
ketika rintik hujan
lalu kuselitkan sekuntum bunga ke rerambutmu
dan di matamu
hanya ada diriku saat itu
gerimispun tumbuh
menerjah atap rembia malam
rintiknya memecah kesunyian
aku kini kembali sepi
di halaman rindu
tanpamu
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...