akan mereput
sebuah basikal itu
yang bersandar
pada tembok belakang rumah
rodanya dibulut ulan
pengayuhnya dibulut ulan
hendalnya dibulut ulan
breknya dibulut ulan
sitnya koyak
matgadnya patah
lampunya pecah
locengnya ketat
rantainya berkarat
sebuah basikal itu
kian tersungkur
kian uzur
fauzirashid
09 Oktober 2010
26 September 2010
Terpinggir
kerna kita
tidak pernah memperdulikan
ayunan bandul yang kian
perlahan menuju kematian
hanya kerna kita
terleka tidak mahu memperdulikan
gerak jarum yang merentas garis demi garis;
adalah perjuangan panjang yang tidak bernoktah
kita kini terpelosok
menjadi kelompok yang terpinggir
yang kian
dilukai waktu
fauzirashid
(Lead View Hotel 25.9.10)
tidak pernah memperdulikan
ayunan bandul yang kian
perlahan menuju kematian
hanya kerna kita
terleka tidak mahu memperdulikan
gerak jarum yang merentas garis demi garis;
adalah perjuangan panjang yang tidak bernoktah
kita kini terpelosok
menjadi kelompok yang terpinggir
yang kian
dilukai waktu
fauzirashid
(Lead View Hotel 25.9.10)
20 September 2010
Hulurkan Bantuan
apakah kita tidak lagi sudi
menyantuni anak-anak gaza
yang di penjara oleh laknatullah zionis
dengan sekupang dua yang kita ada
hulurkanlah bantuan
mereka saudara kita sedang
kelaparan
kesakitan
ditindas
dipenjara
disiksa
fauzirashid
(ketika ini sedang kita asyik dengan jamuan raya
saudara kita, penduduk gaza sedang dikepong tentera zionis
menjadikan gaza merupakan sebuah penjara yang terbesar dalam sejarh manusia)
menyantuni anak-anak gaza
yang di penjara oleh laknatullah zionis
dengan sekupang dua yang kita ada
hulurkanlah bantuan
mereka saudara kita sedang
kelaparan
kesakitan
ditindas
dipenjara
disiksa
fauzirashid
(ketika ini sedang kita asyik dengan jamuan raya
saudara kita, penduduk gaza sedang dikepong tentera zionis
menjadikan gaza merupakan sebuah penjara yang terbesar dalam sejarh manusia)
18 September 2010
Kita Yang Terlalai
dari
sebuah mimbar tua
seorang khatib asyik
merenjis khutbah
dari bejana tuhan
dan
di lantai marmar itu
kulihat
makmum 'khusyuk'
mengintai mimpi demi mimpi
demi mimpi dirasuk dingin hawa
sedang
di dinding rumah itu
yang kian retak
tak henti-henti
jarum kecil melangkah garis demi garis
demi garis mengikut rentak
ayunan bandul
fauzirashid
jumaat 8 syawal 1431H
sebuah mimbar tua
seorang khatib asyik
merenjis khutbah
dari bejana tuhan
dan
di lantai marmar itu
kulihat
makmum 'khusyuk'
mengintai mimpi demi mimpi
demi mimpi dirasuk dingin hawa
sedang
di dinding rumah itu
yang kian retak
tak henti-henti
jarum kecil melangkah garis demi garis
demi garis mengikut rentak
ayunan bandul
fauzirashid
jumaat 8 syawal 1431H
14 September 2010
Khatib Tua
di hadapan jemaah
seorang khatib tua
tetap mahu
berdiri di mimbar
sambil terketar-ketar
membaca khutbah
yang tidak lagi kami fahami
biji dan buah
di belakang mimbar
kulihat bandul terus berayun
menggerakkan jarum waktu
dengan iringan bunyi tik-tak tik-tak
meretakkan lagi
rekahan dinding
masjid kami
fauzirashid
(di masjid Tanjung Kepah..Pagi Syawal)
seorang khatib tua
tetap mahu
berdiri di mimbar
sambil terketar-ketar
membaca khutbah
yang tidak lagi kami fahami
biji dan buah
di belakang mimbar
kulihat bandul terus berayun
menggerakkan jarum waktu
dengan iringan bunyi tik-tak tik-tak
meretakkan lagi
rekahan dinding
masjid kami
fauzirashid
(di masjid Tanjung Kepah..Pagi Syawal)
04 September 2010
Kelabu
bulan kelabu
dilangit biru
di subuh bening itu
bayu menggigit kulit
belon-belon embun di dusun
bergayut di hujung daun
kucari rinduku yang hilang
kucari cintaku yang terbang
kucari kasihku yang terbuang
bulan tetap kelabu
di langit biru
di senja itu
bandul waktu terus menghentak
belonku terus mengecil
dalam tarikan nafasku yang menyesak
fauzirashid
dilangit biru
di subuh bening itu
bayu menggigit kulit
belon-belon embun di dusun
bergayut di hujung daun
kucari rinduku yang hilang
kucari cintaku yang terbang
kucari kasihku yang terbuang
bulan tetap kelabu
di langit biru
di senja itu
bandul waktu terus menghentak
belonku terus mengecil
dalam tarikan nafasku yang menyesak
fauzirashid
30 Ogos 2010
Isu Teo Nie Ching
bila
binatang itu
sudah mula mengelepar kepanasan
awas kalian
tendangan putus nyawanya
bisa mematahkan tulang kering kalian
oleh itu
waspadalah
jangan sekali-kali
dekatinya lagi
biarkan ia terus
mengelepar dan
biarkan ia putus nyawa
dihentak bandul kematian
mati meragan
jangan lagi dilayan....
fauzirashid
binatang itu
sudah mula mengelepar kepanasan
awas kalian
tendangan putus nyawanya
bisa mematahkan tulang kering kalian
oleh itu
waspadalah
jangan sekali-kali
dekatinya lagi
biarkan ia terus
mengelepar dan
biarkan ia putus nyawa
dihentak bandul kematian
mati meragan
jangan lagi dilayan....
fauzirashid
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...