perempuan itu memandu kereta
di sebelahnya anak terbaring
menyonyot puting
di satu persimpangan
sambil menunggu lampu
sempat membancuh susu
bila lampu menjadi hijau
dia terus memandu
sambil sebelah tangan memegang anak nakal
dikilasnya setering kehidupan
menuju sebuah perjalanan yang perit dan panjang
perempuan itu
ibumu
hai anakku
fauzirashid
10.5.10
Selamat hari ibu
10 Mei 2010
08 Mei 2010
Kenangan Lalu
malam ini entah mengapa
kubiarkan bunga-bunga menguntum
pada reranting usia
kuputarkan melodi rindu
semusim yang lalu
saat-saat aku bersamamu
kembali mekar dengan
rona-rona pelangi
pada rintik-rintik gerimis senja
saat-saat tanganku tak mahu kau lepaskan
saat-saat matamu kukucup
malam perpisahan
mana mungkin
kubiarkan sekilas wajahmu
pergi dariku
dan
saat-saat begini
aku kembali menatap warkah-warkah cinta
puisi-puisi kasih
kita berdua
fauzirashid
malam yang aku merinduimu. kenangan
8.5.2010
kubiarkan bunga-bunga menguntum
pada reranting usia
kuputarkan melodi rindu
semusim yang lalu
saat-saat aku bersamamu
kembali mekar dengan
rona-rona pelangi
pada rintik-rintik gerimis senja
saat-saat tanganku tak mahu kau lepaskan
saat-saat matamu kukucup
malam perpisahan
mana mungkin
kubiarkan sekilas wajahmu
pergi dariku
dan
saat-saat begini
aku kembali menatap warkah-warkah cinta
puisi-puisi kasih
kita berdua
fauzirashid
malam yang aku merinduimu. kenangan
8.5.2010
05 Mei 2010
Berita TV jam 8
saban malam
difitnah semahunya
negeri pakatan
tanpa diberi ruang membela diri
sebenarnya
mereka jauh lebih teruk dari itu
korup dan amalan kroni
menipu dan tidak pernah ikhlas
tapi tv pimpinan apco
melagang rencana untuk mereka
dengan harga 77 juta
fauzirashid
5.5.10
difitnah semahunya
negeri pakatan
tanpa diberi ruang membela diri
sebenarnya
mereka jauh lebih teruk dari itu
korup dan amalan kroni
menipu dan tidak pernah ikhlas
tapi tv pimpinan apco
melagang rencana untuk mereka
dengan harga 77 juta
fauzirashid
5.5.10
03 Mei 2010
Tazkirah
i.
di hujung siratulmustaqim
melambai bidadari
dengan wangian kasturi
di bawahnya mengalir sungai-sungai
pepohon dengan buahnya yang ranum
ii.
di bawah sirat ini
api menyala-nyala
dengan pekikan yang melolong
di dasarnya mengalir limbahan jahanam
memamah mereka dengan cairan tembaga
fauzirashid
3.5.10
di hujung siratulmustaqim
melambai bidadari
dengan wangian kasturi
di bawahnya mengalir sungai-sungai
pepohon dengan buahnya yang ranum
ii.
di bawah sirat ini
api menyala-nyala
dengan pekikan yang melolong
di dasarnya mengalir limbahan jahanam
memamah mereka dengan cairan tembaga
fauzirashid
3.5.10
Aku & Pelacur 3
aku berkayuh di buritan
dia perahu yang usang
olang aling dalam gelombang
di lautan yang tak pernah tenang
angin membawa arus
arus membawa buih
buih terkapai di dada pantai
fauzirashid
3.5.10
dia perahu yang usang
olang aling dalam gelombang
di lautan yang tak pernah tenang
angin membawa arus
arus membawa buih
buih terkapai di dada pantai
fauzirashid
3.5.10
01 Mei 2010
Perempuan
dihadapan cermin kecil
dia memantis kening dengan pensilnya yang hitam
memaskarakan bulu mata melentik palsu
dibibirnya yang basah
gincu pucat berkilat
dengan pipi jingga bersulam ungu
perempuan itu
mengenakan anting-anting berbunyi nyaring
skirt sendat berbaju ketat
dengan pelangi dirambut diri
perempuan itupun berdiri melihat cermin
setelah pasti
itu bukan dirinya lagi
diapun melangkah
memasuki lorong-lorong gelap dan hanyir
menjual dirinya yang palsu
fauzirashid
(senja yang hujan)
1.5.10
dia memantis kening dengan pensilnya yang hitam
memaskarakan bulu mata melentik palsu
dibibirnya yang basah
gincu pucat berkilat
dengan pipi jingga bersulam ungu
perempuan itu
mengenakan anting-anting berbunyi nyaring
skirt sendat berbaju ketat
dengan pelangi dirambut diri
perempuan itupun berdiri melihat cermin
setelah pasti
itu bukan dirinya lagi
diapun melangkah
memasuki lorong-lorong gelap dan hanyir
menjual dirinya yang palsu
fauzirashid
(senja yang hujan)
1.5.10
Aminurashid
mereka
bukan
polis
tapi
iblis
fauzirashid
(semuga terhapus penindasan kepada pekerja)
1.5.10
bukan
polis
tapi
iblis
fauzirashid
(semuga terhapus penindasan kepada pekerja)
1.5.10
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...