ke mana kalian
berasak-asak menunggu gerabak
yang bergerak
pada satu landasan yang sesak
ke mana hujungnya
sebuah perjalanan kalian
engkaukah yang duduk di bangku diri
atau bergayut di talian mimpi
sebentar
bila pintu gerabak membuka
pastipun hanya sementara
ke mana kalian berpusu-pusu
mengejar waktu
fauzirashid
6.4.10
06 April 2010
Perempuan Mengunyah Kuoci
di kamar sepi
perempuan itu asyik mengunyah kuoci
sambil menyilang kaki
menyepahkan kulit-kulit di lantai diri
dia menafsir sebuah mimpi
dari ranjang diri
mengutip bunga-bunga kemboja di pusara
dengan cintanya yang telah lama pergi
berbutir-butir kuoci
terus dipepak perempuan itu
tanpa henti
menyemakkan lantai diri
fauzirashid
6.4.10
perempuan itu asyik mengunyah kuoci
sambil menyilang kaki
menyepahkan kulit-kulit di lantai diri
dia menafsir sebuah mimpi
dari ranjang diri
mengutip bunga-bunga kemboja di pusara
dengan cintanya yang telah lama pergi
berbutir-butir kuoci
terus dipepak perempuan itu
tanpa henti
menyemakkan lantai diri
fauzirashid
6.4.10
05 April 2010
Buat Ayah
i.
dengan sebilah pisau yang bengkok
sebuah pelita yang nyala di kepala
dia mengayuh setiap subuh
membawa kantung yang kosong
menggureh rezeki pada pohon-pohon
yang masih terlena
dengan itu
dia mampu mengadakan susu kami
sepinggan nasi seisi keluarga
ii.
ayah
pengorbananmu terlalu mulia
buat kami
fauzirashid
(mengenang jasa ayah yang memelihara kami...seorang penoreh getah...tidak sempat menikmati segala hasil kejayaan kami...lalu engkau pergi dijemput tuhan...alfatihah...pengorbananmu tidak dapat kami balas)
5.4.10
dengan sebilah pisau yang bengkok
sebuah pelita yang nyala di kepala
dia mengayuh setiap subuh
membawa kantung yang kosong
menggureh rezeki pada pohon-pohon
yang masih terlena
dengan itu
dia mampu mengadakan susu kami
sepinggan nasi seisi keluarga
ii.
ayah
pengorbananmu terlalu mulia
buat kami
fauzirashid
(mengenang jasa ayah yang memelihara kami...seorang penoreh getah...tidak sempat menikmati segala hasil kejayaan kami...lalu engkau pergi dijemput tuhan...alfatihah...pengorbananmu tidak dapat kami balas)
5.4.10
04 April 2010
Anugerah Bintang Popular
seantaro dunia asyik menatap bintang-bintang
di genting yang tinggi
terkinja-kinja memaparkan keegoan diri
lupa tuhan sejenak
dibuai cahaya dan suara
dan
kulihat
bintang-bintang pada petala langit pun menyepi diri
mengintai dari jendela
menggelengkan kepala
fauzirashid
4.4.10
di genting yang tinggi
terkinja-kinja memaparkan keegoan diri
lupa tuhan sejenak
dibuai cahaya dan suara
dan
kulihat
bintang-bintang pada petala langit pun menyepi diri
mengintai dari jendela
menggelengkan kepala
fauzirashid
4.4.10
03 April 2010
Catatan Kepada Laut
(kepada laut yang kukasihi)
aku ke sini
mendengar desahmu saban hari
menyimbah pepasir pantai dengan ombakmu yang datang dan pergi
duhai laut
kau bawa angin semilir menyapa pipiku kedinginan
membikin aku terlena dalam bingkisan rinduku kepadanya
aku ke sini duhai laut
kau izinkan aku berteleku menyukat dalamnya cintaku
kepada dia yang terlalu kuingati saban waktu
seperti desahmu terhadap putihnya pasir
di pelabuhan manakah destinasi terakhir
sebuah bahteraku yang telah kulayarkan kepadanya
menempuh gelombangmu dengan denyut nadi yang berkobar
izinkan aku sampai duhai laut
menemui kekasih agar sekuntum bunga dapat kuselitkan pada rambutnya
agar teduh jiwaku bersamanya saban waktu
fauzirashid
3.4.2010
aku ke sini
mendengar desahmu saban hari
menyimbah pepasir pantai dengan ombakmu yang datang dan pergi
duhai laut
kau bawa angin semilir menyapa pipiku kedinginan
membikin aku terlena dalam bingkisan rinduku kepadanya
aku ke sini duhai laut
kau izinkan aku berteleku menyukat dalamnya cintaku
kepada dia yang terlalu kuingati saban waktu
seperti desahmu terhadap putihnya pasir
di pelabuhan manakah destinasi terakhir
sebuah bahteraku yang telah kulayarkan kepadanya
menempuh gelombangmu dengan denyut nadi yang berkobar
izinkan aku sampai duhai laut
menemui kekasih agar sekuntum bunga dapat kuselitkan pada rambutnya
agar teduh jiwaku bersamanya saban waktu
fauzirashid
3.4.2010
Hakikat
i
(hakikat kita)
hakikat ada sebelumnya tiada
hakikat baharu maut menunggu
ada di sini tak ada di sana
ii
(hakikat Dia)
hakikat Dia hakikat ada
hakikat ada sepanjang masa
ada di sini ada di mana-mana
fauzirashid
3.4.2010
(hakikat kita)
hakikat ada sebelumnya tiada
hakikat baharu maut menunggu
ada di sini tak ada di sana
ii
(hakikat Dia)
hakikat Dia hakikat ada
hakikat ada sepanjang masa
ada di sini ada di mana-mana
fauzirashid
3.4.2010
01 April 2010
Dosa & Kuasa
tuhan memberi ampun
diapun memberi ampun
sesiapapun jangan membicara
perkongsian hak antara
tuhan dan dia
fauzirashid
(mengimbas pengampunan kepada kartika)
1.4.10
diapun memberi ampun
sesiapapun jangan membicara
perkongsian hak antara
tuhan dan dia
fauzirashid
(mengimbas pengampunan kepada kartika)
1.4.10
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...