selembar demi selembar
kalimat tuhan bertaburan
diinjak kaki-kaki rakus
hidup haus
lalu
kukumpul
selembar demi selembar
ke saku diri
fauzirashid
10.9.09
10 September 2009
09 September 2009
Angka
kosong sembilan kosong sembilan kosong sembilan
bersamaan satu sembilan ramadhan
aku mencari lailatulkadar
satu malam lebih baik dari seribu bulan
lindungilah aku dari nar
setelah mencari magfirah dan rahmahMu ya Allah
fauzirashid
09.09.09
bersamaan satu sembilan ramadhan
aku mencari lailatulkadar
satu malam lebih baik dari seribu bulan
lindungilah aku dari nar
setelah mencari magfirah dan rahmahMu ya Allah
fauzirashid
09.09.09
07 September 2009
Hairaki
tuan
puan
tuan muda
cik muda
comot
amah
inilah
hairaki rumah
fauzirashid
(comot - seekur kucing)
8.9.09
puan
tuan muda
cik muda
comot
amah
inilah
hairaki rumah
fauzirashid
(comot - seekur kucing)
8.9.09
06 September 2009
Angkara Hutang
aku dibelenggu hutang
tak mampu kuberjuang
hanya kumampu
jadi manusia petualang
memperkosa diri
menjadi balaci
fauzirashid
(untuk mereka yang memekik lantang berjuang kemudian mengkhianati perjuangan suci membawa perubahan)
25.8.09
tak mampu kuberjuang
hanya kumampu
jadi manusia petualang
memperkosa diri
menjadi balaci
fauzirashid
(untuk mereka yang memekik lantang berjuang kemudian mengkhianati perjuangan suci membawa perubahan)
25.8.09
05 September 2009
Kota
ribuan pusara
mengelilingi biara tua
rimbunan cemara
ada tembok panjang
dihuni manusia terbuang
bebas terampas
aku terus ke muzium diri
menatap patung-patung
manusia kolong
tombak dan tengkorak
diletak
di atas rak-rak
fauzirashid
(menapak satu sudut kota Taiping)
5.9.09
mengelilingi biara tua
rimbunan cemara
ada tembok panjang
dihuni manusia terbuang
bebas terampas
aku terus ke muzium diri
menatap patung-patung
manusia kolong
tombak dan tengkorak
diletak
di atas rak-rak
fauzirashid
(menapak satu sudut kota Taiping)
5.9.09
04 September 2009
Kembara Diri
dalam luas diri kucari dalam laci-laci sebuah teka-teki
yang menyimpan nota-nota fitrah anugerah
kucari pangkal dan hujung tali temali benang diriku yang kusut
yang membawa zarah-zarah dan butiran yang kian pekat
lemak dan daki nafsu mendak pada talian hayat
yang mengalir darah mendenyut jantung dengan degupnya yang kian murung
baru kusedari aku meniti di atas selembar benang yang Kau regang
lantas mengimbang diri selangkah demi selangkah menghampiri
semakin dekat semakin dekat menuju titik Zat
aku yang lelah dalam kembara diri mencari titik pasti
masih belum lagi kutemui
fauzirashid
14 ramadhan
4.9.09
yang menyimpan nota-nota fitrah anugerah
kucari pangkal dan hujung tali temali benang diriku yang kusut
yang membawa zarah-zarah dan butiran yang kian pekat
lemak dan daki nafsu mendak pada talian hayat
yang mengalir darah mendenyut jantung dengan degupnya yang kian murung
baru kusedari aku meniti di atas selembar benang yang Kau regang
lantas mengimbang diri selangkah demi selangkah menghampiri
semakin dekat semakin dekat menuju titik Zat
aku yang lelah dalam kembara diri mencari titik pasti
masih belum lagi kutemui
fauzirashid
14 ramadhan
4.9.09
02 September 2009
Benderaku
tanpa gentar
benderaku berkibar
bulannya bersinar
bintangnya mekar
jalurnya melebar
dengan semangat berkobar
talinya kupintal
pada satu takal
pada tiang cekal
jalurnya pun menjalar
berkibarlah benderaku
hai berkibarlah
biar kau diusung anakku
melangkah waktu
fauzirashid
(sempena kemerdekaan negara 52.
pada menyaksikan bendera yang dikibar
- mengertikah bendera itu akan nurani watannya? atau mengertikah watan
yang ke hulu-ke hilir mengibarkan bendera? apa tuntutannya?)
31.8.09
benderaku berkibar
bulannya bersinar
bintangnya mekar
jalurnya melebar
dengan semangat berkobar
talinya kupintal
pada satu takal
pada tiang cekal
jalurnya pun menjalar
berkibarlah benderaku
hai berkibarlah
biar kau diusung anakku
melangkah waktu
fauzirashid
(sempena kemerdekaan negara 52.
pada menyaksikan bendera yang dikibar
- mengertikah bendera itu akan nurani watannya? atau mengertikah watan
yang ke hulu-ke hilir mengibarkan bendera? apa tuntutannya?)
31.8.09
Langgan:
Catatan (Atom)
Belum bertajuk
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
Di sangkak tradisi Dieramnya generasi buat menyambung legasi Menetaslah wajah-wajah baru dari kehangatan kasih
-
ada yang menghirup segelas benci ada yang menghembus segumpal caci patah-patah kata bersiponggang dengan jerit pekik penggusti di tv kadang-...
-
bila malam pekat kita makin dekat makin dekat makin dekat makindekat malam semakin pekat kita semakin dekat semakin dekat semakindekat fau...