20 Disember 2012

Di Kamarmu

dengan sebilah kunci kamarmu kumasuki
wajah-wajah merenung tajam.
mengawasi gerak langkah

kubuka lacimu yang tidak kaukunci
ada warkah cinta seorang peria yang mulus
menulis dongengan dari kayangan

di ranjangmu yang gebu
sehelai selimut nipis berbunga
bisa menghangatkan rindumu di bantal peluk

dari cermin solek di penjuru kamar itu
kulihat engkau begitu ranum
merobek kelakianku

pada pintu kamar
kau sangkutkan sepotong ayat tuhan
dilitup cermin yang berdebu

cicak merangkak dari bingkai lampu
mengintai kelkatu




Tiada ulasan:

Catat Ulasan